SYDNEY, KOMPAS.com - Gelombang pertama pasukan Marinir AS yang akan ditempatkan di Darwin, Australia utara, dijadwalkan mulai tiba bulan depan. Pada tahap pertama ini, baru sekitar 250 personel Marinir yang datang.
Demikian diungkapkan Komandan Brigade Pertama Angkatan Darat Australia Brigadir Jenderal Gus McLachlan kepada ABC, Selasa (20/3/2012). Menurut McLachlan, 250 prajurit Marinir AS itu akan tiba awal April.
"Pada tahun pertama ini, tentu saja, kami mulai dengan jumlah sedikit dulu. Kami akan menerima sekitar 250 personel awal April. Ibaratnya baru satu kaki melangkah melewati pintu, sebagai bukti pelaksanaan sebuah konsep, dan akan bertambah secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan," papar McLachlan.
AS berencana menempatkan sekitar 2.500 personel Marinir di Darwin pada 2016. Mereka tidak akan menetap di sebuah pangkalan militer AS, tetapi tinggal di pangkalan militer Australia dan personelnya dirotasi setiap enam bulan.
Selain prajurit Marinir, AS juga berencana meningkatkan jumlah kapal perang dan pesawat militer yang beraktivitas di kawasan Northern Territory, wilayah yang lebih dekat ke Indonesia dan Asia daripada ke pusat aktivitas Australia, seperti Sydney dan Melbourne.
Semua itu menjadi bagian pergeseran strategi militer AS untuk memusatkan kembali perhatian ke kawasan Asia Pasifik, seperti diungkapkan Presiden Barack Obama dalam kunjungan ke Australia, November 2011.
Militer AS hingga saat ini hanya menempatkan personel dalam jumlah sangat terbatas di Australia, salah satu sekutu utamanya. Para personel militer AS itu ditempatkan di stasiun mata-mata Pine Gap Joint Defence Facility di dekat kota Alice Springs.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang