Pemilukada dki jakarta

TK: Soal Jokowi Tanya Om Tjahjo Saja

Kompas.com - 20/03/2012, 14:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Politikus kawakan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Taufiq Kiemas, tidak mau berkomentar mengenai keputusan DPP PDI-P mencalonkan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Saat ditanya wartawan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/3/2012), berkali-kali Taufiq mengatakan agar wartawan bertanya langsung kepada Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo. "Kalau itu (penetapan cagub-cawagub), tanya ke Om Tjahjo deh," katanya.

Begitu pula saat ditanya pendapat pribadinya mengenai kans Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam bursa Pemilu Kepala Daerah DKI Jakarta (Pemilukada DKI Jakarta), Taufiq menyarankan kepada wartawan untuk bertanya kepada Thahjo. "Sekarang kan saya anggota biasa," ujarnya.

Pencalonan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama memang diputuskan DPP PDI-P. Sebelumnya, Taufiq menyarankan agar PDI-P berkoalisi dengan Partai Demokrat untuk mengusung petahana, Fauzi Bowo. PDI-P tinggal menyiapkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Fauzi Bowo.

Pernyataan Taufiq agar PDI-P berkoalisi mendukung Fauzi Bowo sebenarnya pernah dijawab oleh Partai Demokrat dengan mengusulkan kader PDI-P, Adang Ruchiatna, sebagai calon wakil gubernur.

Pada hari Sabtu lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengungkapkan bahwa Majelis Tinggi sudah memutuskan untuk mengusung Fauzi Bowo-Adang Ruchiatna sebagai calon gubernur-wakil gubernur.

Namun, pada akhirnya Partai Demokrat dan PDI-P mengusung calon masing-masing. Partai Demokrat mengusung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan PDI-P mengusung Joko Widodo-Ahok.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau