BANDA ACEH, KOMPAS.com — Penjabat Gubernur Aceh, Tarmizi A Karim, mengatakan, meningkatnya eskalasi kekerasan di Aceh usai deklarasi damai, tak terlepas dari sikap yang berlebihan yang dilakukan untuk merebut konstituen.
Kadangkala, aktivitas (menggalang konstituen) yang over itu yang menjadi sandungan di lapangan, kata Tarmizi, di Banda Aceh, Selasa (20/3/2012).
Untuk meminimalisasi kasus gangguan terhadap pelaksanaan pilkada, Tarmizi mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Daerah Aceh.
"Dengan eskalasi begini, kami perlu melihat lagi. Saya katakan, kewaspadaan, bukan kecurigaan, harus ditingkatkan lagi," katanya.
Dalam kurun waktu kurang dari seminggu usai deklarasi ditandatangani, kasus intimidasi, teror, dan kekerasan politik justru marak terjadi di Aceh. Tak kurang dari 9 kasus kekerasan terkait pilkada, terjadi dalam sepekan terakhir di Aceh.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang