Tambang

Antam Garap Proyek Pengolahan Mineral

Kompas.com - 20/03/2012, 22:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan segera menerapkan aturan pelarangan ekspor bijih atau mineral dalam bentuk mentah. Untuk mengantisipasi hal itu, PT Aneka Tambang (Persero) menggarap sejumlah proyek pengolahan dan pemurnian mineral.

Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam), Alwinsyah Lubis, menyampaikan hal itu dalam paparannya pada rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (20/3/2012), di Jakarta.

"Kami berharap, proyek-proyek Antam menerima manfaat dari fasilitas tax holiday dan tax allowance," kata Alwinsyah.

Hal itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 130 Tahun 2011, tentang fasilitas pengurangan dan pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan.

Beberapa proyek itu, di antaranya proyek pengolahan sponge iron Kalimantan Selatan berkapasitas 315.000 ton per tahun, yang diperkirakan beroperasi tahun 2012. Proyek senilai 150 juta dollar AS itu milik Antam (34 persen) dan PT Krakatau Steel (66 persen).

Proyek lain adalah proyek pengolahan bijih nikel menjadi feronikel di Halmahera Timur berkapasitas 27.000 TNi per tahun, dan diperkirakan beroperasi tahun 2014. Nilai proyek diperkirakan 1,6 miliar dollar AS dan dimiliki Antam 100 persen.

Antam juga menggarap proyek pengolahan bijih bauksit menjadi chemical grade (CGA) berkapasitas 300.000 ton CGA per tahun. Proyek itu diperkirakan rampung tahun 2014 dengan nilai investasi 450 juta dollar AS, dan dimiliki Antam (80 persen) serta SDK Jepang (20 persen).

Proyek lain adalah peningkatan efisiensi pabrik feronikel Pomalaa, yang diperkirakan beroperasi 2014. Nilai proyek 450-500 juta dollar AS dan dimiliki sepenuhnya oleh Antam.

Antam juga menggarap proyek pengolahan bijih nikel menjadi nickel pig iron (NPI) Mandiodo berkapasitas 120.000 ton NPI per tahun. Estimasi operasi tahun 2015 dengan nilai investasi 350-400 juta dollar AS, dan dimiliki Antam sepenuhnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau