Perayaan nyepi

Ketapang-Gilimanuk Akan Ditutup Total Saat Nyepi

Kompas.com - 21/03/2012, 04:52 WIB

Banyuwangi, Kompas - Penyeberangan dari Jawa ke Bali lewat Pelabuhan Ketapang (Kabupaten Banyuwangi) ke Pelabuhan Gilimanuk (Kabupaten Jembrana) akan dihentikan total mulai Kamis (22/3) pukul 23.00, menjelang dan selama perayaan Nyepi, Jumat (23/3). Rencana penutupan mengakibatkan frekuensi penyeberang meningkat tajam dua hari terakhir hingga Selasa (20/3). Perayaan Nyepi akan jatuh hari Jumat (23/3).

Saharudin Koto, Manajer PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ketapang, mengatakan, Pelabuhan Ketapang akan dibuka lagi pada Sabtu (24/3) pukul 05.55.

”Jadi saat penutupan pelabuhan dilakukan, semua kapal akan berakhir sandar di Pelabuhan Ketapang,” kata Koto.

Menurut Saharudin, tahun lalu antrean kendaraan di Ketapang mencapai 1 kilometer (km) lebih, dan didominasi truk bermuatan barang.

Jumlah penumpang dari Bali ke Jawa yang biasanya hanya 600 hingga 750 penumpang, kini menjadi 800-850 penumpang per hari. Jumlah kendaraan roda dua yang menyeberang pun meningkat dari 700-800 unit menjadi 1.200 unit per hari. Untuk roda empat mencapai 200 per hari, atau naik 20 persen daripada hari biasa yang hanya 180-an.

Melasti jelang Nyepi

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan umat Hindu menggelar upacara Melasti di Pantai Nambo, Selasa (20/3). Prosesi penyucian diri ini untuk menyambut perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1934.

Ribuan warga Hindu dari beberapa wilayah di Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan berdatangan ke Pantai Nambo, pantai wisata yang berjarak 16 kilometer dari pusat Kota Kendari, sejak Selasa pagi. Kemacetan panjang sempat terjadi di Jalan Poros Abeli-Nambo karena ratusan kendaraan berusaha masuk ke Pantai Nambo.

Warga dari beberapa desa adat di Kendari dan Konawe Selatan memadati kawasan pantai membawa berbagai sesaji untuk upacara. Prosesi Melasti yang berlangsung khidmat dipimpin Ida Pandita Mpu Dukuh Sidhi Prateka. Upacara Melasti pada tahun ini juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam dan Wali Kota Kendari Asrun. Hadir pula Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Sulawesi Tenggara I Ketut Puspa Adnyana.

(NIT/ENG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau