napoli, selasa
”Kami menginginkan final Piala Italia dan kami akan memberikan yang terbaik saat melawan Siena. Sekarang kami memasuki serangkaian pertandingan krusial untuk musim ini,” ujar kiper Napoli, Morgan De Sanctis, di situs resmi klub, www.sscnapoli.it.
Napoli, yang dihajar Chelsea 1-4 di Stamford Bridge sehingga tersingkir dari Liga Champions, kembali bangkit dengan memaksa Udinese bermain 2-2 di Serie A pekan ini. Napoli yang tertinggal 2-0 mampu bangkit dan mengembangkan permainan untuk mencetak dua gol balasan.
Mentalitas seperti itu yang diharapkan oleh Pelatih Napoli Walter Mazzarri kembali diperlihatkan oleh para pemainnya saat menjamu Siena. Para pemain Napoli juga termotivasi untuk meraih gelar juara Copa Italia.
”Kami harus melihat ke depan meskipun tidak mudah membuang kegetiran di London. Sekarang kami menghadapi semifinal Piala Italia dan akan berusaha menguasai jalur ke final,” kata pemain Napoli, Gokhan Inler.
Pada laga putaran pertama, Napoli secara mengejutkan kalah 1-2 dari tim papan bawah, Siena, pada 9 Februari. Napoli juga tidak mampu mencetak gol karena satu gol untuk Napoli merupakan gol bunuh diri pemain bertahan Siena, Pesoli, pada menit ke-86.
Siena yang tidak diunggulkan justru tampil efektif dan mencetak dua gol pada menit ke-42 dan ke-66 melalui Reginaldo dan D’Agostino.
Pada putaran kedua di San Paolo, Siena kembali tak diunggulkan melawan Napoli yang sedang kembali dalam penampilan terbaik. Siena dipastikan akan menerapkan skema permainan bertahan dan menyerang balik.
Siena baru sekali ini melaju hingga ke semifinal Copa Italia. Jika mereka mampu mempertahankan keunggulan 2-1, partai final akan menjadi sejarah baru bagi tim yang bermarkas di Stadion Artemio Franchi itu.
Pelatih Siena Giuseppe Sannino mengakui, laga putaran kedua di kandang Napoli tidak akan mudah. Namun, motivasi pemain yang mampu tampil untuk pertama kali di semifinal bisa membawa perubahan.
”Kami memainkan pertandingan yang bagus dan gol Napoli tercipta karena mereka memberikan seluruh dukungan kepada para penyerang. Ini menakjubkan,” ujar Sannino merujuk pada laga putaran pertama.
Sannino juga telah mempelajari permainan Napoli saat memaksa Udinese bermain 2-2. Serangan mereka akan sangat berbahaya jika tiga ujung tombak Napoli, Marek Hamsik, Ezequiel Lavezzi, dan Edinson Cavani, bermain dalam performa terbaik.
Napoli yang ingin membalik ketertinggalan dipastikan bermain terbuka sejak menit pertama. Tridente Napoli akan membombardir pertahanan Siena yang akan kembali dijaga Emanuele Pesoli, Nicola Belmonte, Matteo Contini, dan Andrea Rossi.
Namun, ada titik lemah Napoli yang belum sepenuhnya diselesaikan oleh Mazzari, yaitu lini pertahanan yang mudah dibobol lawan. Masalah pertahanan ini yang akan dieksploitasi oleh Sannino.