Copa italia

Napoli Memburu Gelar Hiburan

Kompas.com - 21/03/2012, 05:33 WIB

napoli, selasa - Napoli memutar haluan mengejar juara Copa Italia setelah tersingkir dari Liga Champions dan semakin berat mengejar scudetto Serie A. Untuk melaju ke final Copa Italia, Napoli harus membalik ketertinggalan 1-2 saat menjamu Siena pada laga putaran kedua semifinal, Kamis (22/3) WIB dini hari. Jika menang, Napoli akan menghadapi Juventus atau AC Milan yang bertarung Kamis dini hari.

”Kami menginginkan final Piala Italia dan kami akan memberikan yang terbaik saat melawan Siena. Sekarang kami memasuki serangkaian pertandingan krusial untuk musim ini,” ujar kiper Napoli, Morgan De Sanctis, di situs resmi klub, www.sscnapoli.it.

Napoli, yang dihajar Chelsea 1-4 di Stamford Bridge sehingga tersingkir dari Liga Champions, kembali bangkit dengan memaksa Udinese bermain 2-2 di Serie A pekan ini. Napoli yang tertinggal 2-0 mampu bangkit dan mengembangkan permainan untuk mencetak dua gol balasan.

Mentalitas seperti itu yang diharapkan oleh Pelatih Napoli Walter Mazzarri kembali diperlihatkan oleh para pemainnya saat menjamu Siena. Para pemain Napoli juga termotivasi untuk meraih gelar juara Copa Italia.

”Kami harus melihat ke depan meskipun tidak mudah membuang kegetiran di London. Sekarang kami menghadapi semifinal Piala Italia dan akan berusaha menguasai jalur ke final,” kata pemain Napoli, Gokhan Inler.

Pada laga putaran pertama, Napoli secara mengejutkan kalah 1-2 dari tim papan bawah, Siena, pada 9 Februari. Napoli juga tidak mampu mencetak gol karena satu gol untuk Napoli merupakan gol bunuh diri pemain bertahan Siena, Pesoli, pada menit ke-86.

Siena yang tidak diunggulkan justru tampil efektif dan mencetak dua gol pada menit ke-42 dan ke-66 melalui Reginaldo dan D’Agostino.

Pada putaran kedua di San Paolo, Siena kembali tak diunggulkan melawan Napoli yang sedang kembali dalam penampilan terbaik. Siena dipastikan akan menerapkan skema permainan bertahan dan menyerang balik.

Siena baru sekali ini melaju hingga ke semifinal Copa Italia. Jika mereka mampu mempertahankan keunggulan 2-1, partai final akan menjadi sejarah baru bagi tim yang bermarkas di Stadion Artemio Franchi itu.

Pelatih Siena Giuseppe Sannino mengakui, laga putaran kedua di kandang Napoli tidak akan mudah. Namun, motivasi pemain yang mampu tampil untuk pertama kali di semifinal bisa membawa perubahan.

”Kami memainkan pertandingan yang bagus dan gol Napoli tercipta karena mereka memberikan seluruh dukungan kepada para penyerang. Ini menakjubkan,” ujar Sannino merujuk pada laga putaran pertama.

Sannino juga telah mempelajari permainan Napoli saat memaksa Udinese bermain 2-2. Serangan mereka akan sangat berbahaya jika tiga ujung tombak Napoli, Marek Hamsik, Ezequiel Lavezzi, dan Edinson Cavani, bermain dalam performa terbaik.

Napoli yang ingin membalik ketertinggalan dipastikan bermain terbuka sejak menit pertama. Tridente Napoli akan membombardir pertahanan Siena yang akan kembali dijaga Emanuele Pesoli, Nicola Belmonte, Matteo Contini, dan Andrea Rossi.

Namun, ada titik lemah Napoli yang belum sepenuhnya diselesaikan oleh Mazzari, yaitu lini pertahanan yang mudah dibobol lawan. Masalah pertahanan ini yang akan dieksploitasi oleh Sannino. (Reuters/AFP/ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau