JAKARTA, KOMPAS.com - Subdirektorat Umum Polda Metro Jaya terus menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual oleh Habib Hasan bin Ja'far Assegaf, pemimpin Majelis Taklim Nurul Musthofa. Tim kuasa hukum Habib Hasan mengakui, pemeriksaan itu sudah memasuki materi perkara pada Selasa (19/3/2012).
Dalam waktu dekat, tim kuasa hukum Habib Hasan juga akan mengajukan lima orang saksi meringankan yang mampu memperkuat alibi Habib Hasan soal bantahan atas tuduhan melakukan pelecehan seksual terhadap para jemaahnya.
"Kami akan ajukan ada lima orang saksi yang merupakan orang dekat Habib. Mereka tahu benar kalau Habib tidak akan menerima tamu seorang diri," ujar kuasa hukum Habib Hasan, Sandy Arifin, Selasa sore, di Mapolda Metro Jaya.
Sandy menambahkan, kelima orang itu adalah orang-orang yang tinggal satu rumah dengan Habib Hasan dan selalu mengikuti kemanapun Habib pergi. Sehingga, peluang Habib Hasan untuk melakukan pelecehan seksual dinilai sama sekali tidak ada.
"Misalnya, Zainal Arifin dan Abdurahman, mereka yang akan bersaksi. Keseharian mereka ya di rumah Habib itu. Zainal yang bawa Habib dari Bogor ke Jakarta, dia juga sopir Habib. Sementara, Abdurrahman adalah pengurus pondok di rumah Habib," papar Sandy.
Sementara itu, Habib Hasan kembali membantah semua tuduhan para jemaahnya itu. Ditemui usai pemeriksaan selama lima jam, Habib Hasan menyatakan bahwa semua tudingan itu adalah fitnah.
"Atas apa yang dituduhkan kepada mereka, itu tidak benar. Saya yakin hal tersebut adalah fitnah dan tidak benar adanya," tukas Habib Hasan yang dikawal oleh sekitar 15 pemuda berkacamata hitam ini.
Habib Hasan mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki akun Facebook atau pun menggunakan BlackBerry. "Saya baru pakai BlackBerry satu bulan ini kok," tegas Habib Hasan.
Usai memberikan keterangan kepada media massa, Habib Hasan kemudian memasuki mobil Toyota Fortuner warna putihnya dikawal dengan dua mobil yang dilengkapi rotator sirene di atapnya.
Habib Hasan dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pelecehan seksual terhadap para pengikutnya. Pelecehan terjadi pada tahun 2006-2011. Beberapa orang bahkan masih di bawah umur saat pelecehan itu terjadi.
Habib Hasan dilaporkan melakukan pelecehan dengan modus terapi kesehatan untuk melakukan suatu aktivitas seksual. Polisi sudah memiliki sejumlah barang bukti seperti percakapan di Facebook dan pesan singkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang