SOLO, KOMPAS.com — Wali Kota Surakarta Joko Widodo, yang menjadi salah satu kandidat gubernur DKI Jakarta, membantah jika dikatakan hanya mengejar jabatan. Bantahan itu dilontarkannya di hadapan wartawan, Rabu (21/3/2012) pagi di Solo.
Jokowi menggambarkan, calon gubernur adalah penugasan yang diperintahkan langsung oleh partai. "Dan, tidak ada kata lain selain siap untuk melakukan penugasan tersebut," katanya. "Kalau saya ngejar-ngejar kekuasaan, dari dulu saya sudah mendaftar dan mempersiapkan diri," ujarnya lagi.
Lalu, menanggapi kekecewaan beberapa pihak yang menyebut bahwa Jokowi meninggalkan mandat sebagai Wali Kota yang selesai masa tugasnya pada tahun 2015, Jokowi berencana akan memberikan penjelasan kepada beberapa tokoh di Kota Solo.
Terkait pekerjaannya sebagai Wali Kota, Jokowi mengaku sistem sudah berjalan dan tidak akan ada masalah, siapa pun wali kotanya. "Semua permasalahan sudah berjalan dan tinggal menunggu. Hanya permasalahan Taman Sriwedari yang masih terganjal masalah hukum," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang