Demo Bubar, Hanya Sebagian Buruh ke Kemenkes

Kompas.com - 21/03/2012, 15:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Unjuk rasa yang digelar buruh di depan Istana Merdeka berakhir dengan tertib. Ribuan buruh saat ini telah berarak kembali ke Tugu Patung Kuda di persimpangan Jalan Medan Merdeka-Jalan Thamrin.

"Kita balik menuju Patung Kuda. Kita siapkan diri lagi untuk mengepung Kementerian Kesehatan," kata salah seorang koordinator aksi melalui pengeras suara di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (21/3/2012) sekitar pukul 14.00 WIB.

Tidak dijelaskan secara khusus mengapa mereka megalihkan lokasi unjuk rasa ke Kemenkes. Namun, dari beberapa buruh yang terlibat aksi disebutkan, unjuk rasa ke Kemenkes ada hubungan dengan Undang Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (UU BPJS).

"Itu sarangnya BPJS yang merugikan kaum buruh," kata salah seorang buruh.

Dalam perjalanan ke lokasi baru, pengunjuk rasa menutupi seluruh ruas jalan yang dilalui. Akibatnya, pihak keamanan terpaksa menutup jalur Jalan Medan Merdeka Barat dari arah Istana menuju Patung Kuda.

Dengan pulangnya ribuan demonstran itu, aparat TNI dan polisi anti huru-hara yang sebelumnya berbaris rapi ikut bubar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau