Empat PTN Didorong Buat Mobil Listrik

Kompas.com - 21/03/2012, 16:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak memacu pemerintah mencari solusi alternatif sumber energi. Terkait itu, pemerintah berencana mendorong perguruan tinggi membuat mobil nasional (mobnas) bertenaga listrik.     

Direktur Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikti Kemdikbu), Djoko Santoso membeberkan, saat ini ada empat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang didorong untuk terlibat dalam pembuatan mobnas bertenaga listrik. Masing- masing PTN tersebut yakni, Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

"Keempat PTN itu dipilih karena telah memiliki basis pengembangan mobil bertenaga listrik," kata Djoko, di Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Lebih jauh ia mengatakan, keempat PTN tersebut telah memiliki riset awal untuk mengembangkan mobnas berbasis tenaga listrik. Pengembangan ini, kata dia, nantinya akan dikombinasikan dalam satu proyek mobnas yang akan didukung penuh oleh pemerintah.

Dijelaskannya, kombinasi proyek mobnas tersebut akan dimulai pada tahap pembuatan mesin sampai desain atau rancangbangun yang berbasis pada pengembangan di masing- masing PTN.

"Prinsipnya, mobnas listrik ini akan diwujudkan sebagai solusi ke depan," jelas Djoko.

Sampai berita ini diturunkan, perencanan proyek mobnas berbasis tenaga listrik ini telah menjadi bahan diskusi antara Presiden SBY, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Dirjen Dikti serta ke-empat Rektor PTN di Istana Negara beberapa hari lalu.

Sebelumnya, Mendikbud, Mohammad Nuh juga menyampaikan, langkah ini diambil untuk efisiensi sekaligus mengurangi penggunaan BBM pasca harganya dinaikkan.

Ia menjelaskan, dibandingkan dengan energi yang bersumber dari BBM, energi listrik jauh lebih efisien. Meski tarif dasar listrik akan naik, tapi secara umum masih lebih ekonomis dibandingkan BBM.

Berdasarkan riset, efisiensi motor bertenaga listrik  bisa mencapai 80 persen. Sedangkan efisiensi motor dengan BBM hanya hanya mampu dicapai sekitar 30 hingga 40 persen. Itulah perbedaan efisiensi. Energi yang dihasilkan listrik lebih besar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau