Pilkada dki

9-10 April, Tes Kesehatan Cagub-cawagub DKI

Kompas.com - 21/03/2012, 16:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana tes kesehatan untuk calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta akan dilakukan pada 9-10 April mendatang di RSPAD Gatot Soebroto. Untuk tes kesehatan ini, direncanakan anggaran minimal sebesar Rp 120 juta.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Provinsi DKI Jamaluddin F Hasyim mengatakan, masing-masing orang dianggarkan sekitar Rp 10 juta untuk dana pemeriksaan dan sewa tempat sehari saja.

"Itu belum termasuk laboratorium, honor dokter dan sebagainya. Jadi bisa lebih dari Rp 10 juta untuk per orangnya atau lebih dari Rp 120 juta untuk semuanya," kata Jamal di Jakarta, Rabu (21/3/2012).

Meski dijadwalkan untuk dua hari pemeriksaannya, Jamal mengharapkan agar pemeriksaan ini berlangsung selama satu hari saja. Dengan demikian, anggarannya juga dapat ditekan sehingga tidak melebihi anggaran yang sudah direncanakan.

"Jadi inginnya semua pasangan satu hari itu saja. Biar biayanya irit. Tapi saat ini memang baru biaya pemeriksaan saja yang sudah dapat dipastikan. Untuk tes kesehatan ini, Kami serahkan semuanya kepada IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan sudah disediakan puluhan dokter dari IDI," kata Jamal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau