Presiden Sarkozy Umumkan Langkah Hukum Baru

Kompas.com - 23/03/2012, 16:00 WIB

Presiden Perancis, Nicolas Sarkozy, mengatakan warga Perancis yang mengakses situs internet yang mendukung terorisme diancam hukuman.

"Setiap orang yang pergi ke internet dan mencari pembenaran atas nama terorisme atau menyerukan kebencian dan balas dendam akan ditindak sesuai hukum," tuturnya kepada para wartawan usai pertemuan dengan menteri pertahanan, kehakiman, dan luar negeri di Paris hari Kamis (22/3/2012).

"Setiap orang yang pergi ke luar negeri dan melakukan indoktrinasi ideologis yang mengarah ke kegiatan terorisme akan ditindak sesuai hukum."

Langkah ini ditempuh setelah aparat keamanan mengepung tempat tinggal Mohamed Merah -pelaku pembunuhan atas tujuh warga Perancis- selama 32 jam di Toulouse, Perancis selatan.

Pria berusia 23 tahun itu akhirnya tewas karena melompat dari jendela sambil melepas tembakan ketika polisi mencoba masuk ke tempat dia bersembunyi.

Terorisme bukan Islam

Pemerintah Perancis sebelumnya mengharapkan bisa menangkap Merah dalam keadaan hidup namun sudah tidak bisa menjalin kontak dengan dia selama 24 jam terakhir.

Sarkozy juga mengatakan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah Merah bertindak sendirian atau bekerja sama dengan orang lain saat melakukan pembunuhan.

Merah dituduh membunuh tiga orang siswa dan seorang guru di sebuah sekolah Yahudi di Toulouse setelah beberapa hari sebelumnya menembak mati tiga tentara Perancis.

Sarkozy meminta agar masyarakat Perancis tidak mencampurkan terorisme dengan Islam dengan mengatakan bahwa umat Islam Perancis tidak ada hubungan dengan 'motif yang gila atau teroris'.

Perancis memiliki sekitar lima juta umat Islam, yang merupakan komunitas Islam terbesar di Eropa barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau