Transportasi laut

Dongkrak Turis, Jepara-Karimunjawa Tambah Satu Kapal

Kompas.com - 24/03/2012, 04:52 WIB

JEPARA, KOMPAS - Pelayaran dari Jepara menuju Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, bertambah satu kapal lagi, yaitu Kapal Motor Express Bahari 9. Penambahan sarana transportasi yang dikelola PT Pelayaran Sakti Inti Makmur itu diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.

Kapal cepat yang mampu menempuh jarak sekitar 73 km, Jepara-Karimunjawa, dalam tempo 1 jam 45 menit itu diluncurkan Jumat (23/3). Kapal pelengkap Kapal Motor Penumpang Muria dan Kapal Motor Cepat Kartini itu membawa 190 penumpang dan 9 anak buah kapal dalam pelayaran perdananya.

Pelaksana tugas Bupati Jepara Sholih mengatakan, penambahan kapal menuju Kepulauan Karimunjawa sangat penting. Selain semakin membuka akses pariwisata, juga mendorong perkembangan ekonomi di Karimunjawa.

”Kehadiran kapal cepat yang mampu mencapai Karimunjawa dalam tempo 1 jam 45 menit diharapkan bisa menambah daya tarik turis asing untuk berkunjung ke daerah itu,” katanya.

Sholih menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap kehadiran kapal tersebut semakin mengundang minat wisatawan datang ke Karimunjawa. Apalagi pada 2010 wisatawan yang berkunjung ke Karimunjawa mencapai 16.630 orang, dan 1.567 orang adalah wisatawan asing. ”Pada 2011, wisatawan yang datang bertambah, yaitu berjumlah 39.294 orang dan 2.016 orang merupakan wisatawan asing,” katanya.

Sarana keselamatan

Kepala Cabang PT Pelayaran Sakti Inti Makmur Johan BI mengemukakan, KM Express Bahari 9 dilengkapi dengan sarana keselamatan. Sarana tersebut, antara lain, jaket pelampung sebanyak 250 buah dan 4 life raft (rakit keselamatan).

”Jadwal keberangkatan Kapal Express Bahari 9 dari Pelabuhan Jepara ke Karimunjawa setiap Senin, Selasa, Jumat, dan Sabtu, sedangkan dari Karimunjawa ke Jepara setiap Senin, Rabu, Sabtu, dan Minggu,” tutur Johan.

Secara terpisah, Camat Karimunjawa Nuryanto menyambut baik kehadiran KM Express Bahari 9. Selain untuk mendongkrak kunjungan wisatawan, kapal itu memudahkan mobilitas warga Karimunjawa ke Jepara yang sebelumnya terbatas karena hanya dilayani dua kapal.

”Kami tetap berharap pemerintah menyediakan pesawat udara. Pesawat penting untuk mengatasi persoalan pangan dan wisatawan yang kerap tidak bisa pulang setiap angin musim barat dan timur,” katanya. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau