Program Bidik Misi untuk PTS Dinilai Diskriminatif

Kompas.com - 24/03/2012, 11:30 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Wacana program beasiswa bidik misi (beasiswa pendidikan mahasiswa miskin berprestasi)untuk perguruan tinggi swasta yang direncanakan oleh Direktorat jenderal pendidikan tinggi (Ditjen Dikti) di Jakarta beberapa hari lalu, dinilai diskriminatif. Hal itu dilihat dari syarat yang ditentukan sangat rumit dan sulit dipenuhi oleh mahasiswa perguruan tinggi swasta. Salah satu syaratnya adalah harus mengikuti kuliah di program studi yang telah mendapat akreditasi A.

"Menurut saya syarat itu diskriminatif. Kebijakan yang bagus itu sebaiknya tanpa perlu syarat yang jlimet dan sulit. Kalau mau beri beasiswa, ya beri saja, jangan ada syarat yang sulit dipenuhi," tegas Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Jawa Timur, Prof Suko Wiyono, Sabtu (24/3/2012).

Menurut Wiyono, pemberlakuan syarat itu semakin menegaskan diskriminasi antara mahasiswa perguruan tinggi swasta dengan perguruan tinggi negeri.  Dia membandingkan pemberian beasiswa bidik misi di perguruan tinggi negeri tidak memerlukan syarat akreditasi. Semua mahasiswa yang berprestasi di PTN, yang kurang mampu, berhak mendapatkan beasiswa Bidik Misi. "Mengapa untuk di PTS harus ada syaratnya?" tanyanya.

Ia menjelaskan, tidak semua prodi di PTN terakreditasi A. Banyak juga yang akreditasinya C, namun hal itu tidak dijadikan pra syarat mendapatkan bidik misi. "Pemerintah sudah saatnya untuk tidak membedakan mahasiswa PTN dan PTS. Seharusnya yang berhak mendapatkan beasiswa bidik misi itu adalah semua mahasiswa yang tidak mampu dan memang membutuhkan," kata Wiyono, yang juga Rektor Universitas Wisnuwardhana Malang itu.

Selain itu katanya, tidak semua daerah di Indonesia memiliki PTN. Bahkan jumlah PTS itu lebih banyak dari pada PTN. "Terutama di daerah-daerah pinggiran yang membutuhkan beasiswa itu lebih banyak," katanya. Jika syarat tersebut tetap diterapkan, ia khawatir yang mendapatkan beasiswa justru mahasiswa di perkotaan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau