Ahok : Busway Akan Melintas Setiap 3 Menit

Kompas.com - 24/03/2012, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahja Purnama alias Ahok akan fokus pada perbaikan transportasi massal untuk mengatasi masalah klise ibu kota yakni kemacetan.

Jika terpilih, Ahok berjanji akan membuat busway melintas di setiap shelter setiap tiga menit. Caranya, dengan menambah berkali-kali lipat jumlah bus dalam dua tahun. Dia mengkritik jumlah bus yang baru sekitar 500 unit meskipun program busway sudah berjalan 8 tahun.

"Harusnya bisa sampai 2.000 unit. Dengan begitu ngga ada lagi perempuan yang dilecehkan. Saya jamin ngga sampai dua tahun, ngga sampai 3 menit (melintas)," kata Ahok saat diskusi di Jakarta, Sabtu (24/3/2012).

Ahok mengatakan, para pengusaha bisa dilibatkan untuk mempercepat penambahan jumlah busway. Berdasarkan pengakuan para pengusaha, kata dia, biaya memasang iklan di billboard di Jakarta dalam satu tahun bisa melebihi harga satu busway.

"Kalau gitu, Anda sumbang saja busway satu dengan merek iklan Anda," kata mantan politisi Partai Golkar itu.

Selain memperbaiki busway, Jokowi-Ahok juga akan melanjutkan pembangunan mass rapid transit (MRT) yang mangkrak. Masalah keterbatasan dana yang selama ini dikeluhkan pemerintah provinsi, menurut mantan Bupati Belitung Timur itu, dapat diatasi dengan pemotongan anggaran APBD untuk birokrasi.

"Sama dengan APBN kita, begitu harga BBM naik, semua anggaran Kementerian dipotong 10 persen. Dan itu bisa. Kalau DKI tahun depan kita potong 10 persen APBN, kita bisa bangun MRT yang dibilang Rp 14 trilun sendiri," pungkas Ahok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau