Anak Indonesia Mendesak Pemenuhan Hak

Kompas.com - 24/03/2012, 15:07 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Sekitar 19 anak-anak dari Rembang, Grobogan, Kebumen menyuarakan hak akan pendidikan, identitas anak, dan penghapusan kekerasan, ditujukan kepada pemerintah.

Mereka adalah anak-anak binaan organisasi nirlaba Plan Indonesia, anak-anak asuh masyarakat dunia dari 18 negara donor yang peduli dengan hak anak.

Suara anak yang dirumuskan dalam Petisi Anak Indonesia ini disampaikan dalam peringatan HUT Plan Internasional ke-75, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/3/2012).

Nono Sumarsono, Program Head Director Plan Indonesia mengungkapkan tiga topik utama dalam petisi ini saling berkaitan dan memiliki implikasi luas. Itulah sebab nya Plan Indonesia memfasilitasi anak-anak merumuskan petisi yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat juga pemerintah, mengenai hak anak ini.

Pada kesempatan yang sama John McDonough, Country Director Plan Indonesia menyampaikan, "Petisi ini untuk menumbuhkan kesadaran berbagai kelompok, lokal dan internasional bahwa anak-anak punya hal penting yang ingin disampaikan."

Kebutuhan anak
Kebutuhan anak akan akses pendidikan, pengakuan atas identitas dirinya melalui pencatatan akte kelahiran, dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan menjadi pesan utama dalam Petisi Anak Indonesia.

Nono menjelaskan, pendidikan menjadi penting karena kalau anak bersekolah, hal ini akan meminimalisasi risiko akan pernikahan dini, imigrasi, anak bekerja di bawah umur yang dapat memicu berbagai masalah anak lainnya.

Kekerasan terhadap anak juga tak kalah pentingnya untuk segera dihentikan. "Kekerasan terhadap anak di Indonesia dan negara lain, terjadi dalam keluarga, sekolah dan masyarakat, Hal ini melekat dan menjadi masalah utama yang harus dilanjuti dengan upaya pencegahan," ungkapnya.

Sementara. identitas diri anak terkait dengan status kewarganegaraan. "Di Indonesia hanya 40 persen anak yang punya akte kelahiran," ungkapnya.

Petisi Anak Indonesia juga mendorong pemerintah untuk mengakui keberadaan anak, dengan memastikan setiap anak memiliki akte kelahiran sebagai status kewarganegaraannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau