Liga basket asean

Pemain Indonesia Bentrok dengan Thailand Usai Kuarter II

Kompas.com - 24/03/2012, 20:30 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com- Keributan terjadi antara pemain basket dari Indonesia dan Thailand di tengah pertandingan Liga Basket ASEAN di GOR C-Tra Arena, Sabtu (24/3/2012). Berawal dari adu mulut berlanjut hingga adu fisik dan ditimpali hujan botol air dari penonton.

Bentrok bermula saat pemain dari dua tim hendak meninggalkan lapangan usai kuarter ke dua. Pada saat babak selesai, Indonesia Warriors unggul 40-38 atas Bangkok Cobra.

Melangkah dari lapangan, sebetulnya adu caci maki sudah terjadi antara pemain Bangkok Cobra dengan pemain Indonesia. Salah satunya Gentry Lewis dengan Amin Prihantono, Lewis rupanya belum puas dengan beberapa bentrokan di lapangan.

Entah dari mana asalnya, tiba-tiba adu mulut itu melebar hingga offisial Indonesia. Hingga salah seorang dari mereka mengejar dengan ucapan penuh kemarahan pada pemain Bangkok Cobra. Hal itu mereka layani, dan pemain yang sudah melewati pintu kembali masuk.

Keadaan makin runyam saat penonton ikut mengerumuni dari atas. Mereka pun melempari pemain Bangkok Cobra dengan botol plastik berisi air mineral. Tindakan itu sempat dibalas oleh pemain Bangkok Cobra dengan melemparkan penghalang dari pipa PVC ke arah penonton tapi tidak kena.

Pelatih Bangkok Cobra, Joe Bryant, pun turun tangan. Dia membentak pemain untuk diam dan segera berlalu ke dalam ruang ganti. Anggota kepolisian dan tentara segera masuk ke dalam untuk mengamankan stadion.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau