Obama Terheran-heran Menatap Korea Utara

Kompas.com - 25/03/2012, 22:12 WIB

SEOUL, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama meninjau Zona Demiliterisasi (DMZ) dekat Panmunjom yang memisahkan dua Korea, Minggu (25/3/2012).

Sepulangnya dari wilayah itu, ia menyampaikan beberapa komentar yang di luar kebiasaan karena terdengar blak-blakan. Obama agaknya menyuarakan keheranan yang sungguh-sungguh.

"Seakan-akan ada lipatan dalam waktu," kata Obama. "Seperti melihat ke sebuah negara yang ketinggalan zaman 40 atau 50 tahun," ia menambahkan.

Obama menyampaikan komentar soal Korea Utara tersebut dalam sebuah konferensi pers bersama Presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak.  

"Jika sebuah negara tak bisa memberi makan rakyatnya dengan baik, tak bisa menghasilkan sesuatu yang berguna buat siapa pun, tak memiliki ekspor selain senjata dan itu pun bukan dari jenis yang terbaik...," kata Obama.

"Jika tak bisa memenuhi indikator kesejahteraan apa pun... bagi rakyatnya... tentunya, Anda mengira, mereka akan melakukan perubahan," ia melanjutkan.

"Ada hal-hal yang tak akan berhasil dan apa yang mereka lakukan tidak akan menghasilkan apa-apa," ia menandaskan.

Keheranan Obama pada kondisi Korea Utara kontras dengan keterpukauannya terhadap Seoul yang menunjukkan banyak kemajuan.

Dari balik kaca tebal

Obama berkunjung ke Seoul, Korea Selatan (Korsel), dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi mengenai Keamanan Nuklir yang digelar di sana.

Seperti George W Bush ataupun Bill Clinton, Obama menyempatkan diri untuk mengunjungi perbatasan kedua Korea di DMZ.

Ia berdiri di belakang kaca anti-peluru setebal empat inci saat menggunakan teropongnya untuk mengamati kondisi wilayah tersebut, yang sebagian besar adalah bukit berbatu dan lembah.

Pandangannya juga sempat terpaku pada sebuah bendera Korea Utara raksasa yang dikibarkan setengah tiang, masih sebagai tanda berduka atas kematian Kim Jong-Il.

Di belakang bendera itu tampak bangunan militer sederhana dan juga sebuah kota di kejauhan, tertutup kabut tipis. Seperti dilaporkan Stephen Collinson, AFP, tak tampak warga Korea Utara di sana.

Sama seperti pendahulunya, Obama juga sempat bertegur sapa dengan tentara AS dan Korsel yang bertugas di sebuah bunker terbuka.

Sebelum itu, Obama sempat menyapa sekitar 28.500 tentara AS yang sedang bertugas di Korsel. Selain pujian soal tugas mereka, Obama juga menyampaikan hasil turnamen bola basket tingkat kampus di AS.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau