”Puting beliung dapat diprediksi beberapa jam sebelumnya untuk mengurangi risiko bencana. Puting beliung ini semakin sering terjadi, tetapi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum memiliki radar yang mampu memprediksinya,” kata Kepala Pusat Kualitas Udara dan Perubahan Iklim BMKG Edvin Aldrian, Minggu (25/3), di Jakarta.
Menurut Edvin, saat terbentuk awan kumulonimbus, terjadi pemampatan udara yang berpotensi menjadi puting beliung. Kondisi itu sebenarnya dapat diketahui dengan radar.
Kebutuhan terhadap radar semakin mendesak di tengah kian ekstremnya cuaca, seperti saat ini. ”Ekor badai akhir-akhir ini menimbulkan puting beliung, seperti di Nusa Tenggara Timur pada saat badai tropis Lua di perairan Australia. Ini fenomena baru,” katanya.
Badai tropis Lua berlangsung 13-18 Maret 2012. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, puting beliung melanda 51 desa di enam kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, 14-17 Maret 2012.
Dua warga meninggal. Sebanyak 1.154 rumah rusak berat, 1.140 rumah rusak ringan, dan 67 rumah rusak kategori sedang.
Lalu, sebanyak 57 sekolah rusak berat dan sembilan unit lainnya rusak sedang. Sebanyak 1.072 pohon cengkeh rusak dengan kerugian Rp 398 juta.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur sudah menetapkan darurat bencana akibat puting beliung pada 21 Maret sampai 3 April 2012.
Menurut Sutopo, rehabilitasi kerusakan rumah penduduk ataupun fasilitas sosial dan sarana pemerintah belum memadai. Masyarakat masih membutuhkan bantuan, terutama material bangunan berupa atap seng/asbes dan paku.
Beberapa puting beliung juga disampaikan Sutopo, di antaranya terjadi di 86 desa di enam kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan pada 19 Maret 2012. Di Kabupaten Batanghari, Jambi, puting beliung merobohkan 61 rumah (20 Maret).
Puting beliung berikutnya melanda Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Kejadiannya berlangsung pada 21 Maret 2012 dengan 19 rumah rusak berat serta 34 rumah rusak sedang dan ringan.