Jakarta, Kompas -
Bermaterikan para pebulu tangkis senior dan berpengalaman, tim Garuda tak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan babak pendahuluan itu. Dari tiga laga babak penyisihan, Garuda selalu meraup kemenangan dengan skor telak 3-0.
Indonesia Garuda diperkuat Simon Santoso, Taufik Hidayat, dan Sony Dwi Kuncoro di tunggal. Adapun skuad ganda bermaterikan Mohammad Ahsan, Bona Septano, Markis Kido, dan Hendra Setiawan.
Axiata Cup yang baru pertama digelar merupakan kejuaraan beregu putra yang diikuti negara-negara Asia Tenggara. Babak penyisihan dari kejuaraan berhadiah total sekitar Rp 9 miliar itu digelar di dua kota secara bersamaan sejak Jumat pekan lalu, yaitu Jakarta dan Kuala Lumpur, Malaysia.
Grup penyisihan Jakarta diikuti tim Garuda, Malaysia Leopard, Vietnam, dan Singapura. Adapun di Kuala Lumpur, babak penyisihan yang memakai format round robin (semua tim bertemu satu dengan lainnya) diikuti Indonesia Rajawali, Malaysia Tiger, Thailand, dan Filipina. Selaku tuan rumah, Malaysia dan Indonesia diperkenankan menurunkan dua tim.
Dalam laga penyisihan terakhir, Indonesia meraih poin pembuka dari pemain senior Taufik Hidayat (30). Juara dunia 2005 dan pemegang emas Olimpiade 2004 itu menundukkan Misbun Ramdan 15-21, 21-5, 21-10. Sony Dwi Kuncoro melengkapi dominasi tunggal dengan menang 21-19, 21-12 atas Iskandar Zulkarnain.
Sementara di ganda, Garuda menurunkan duet ”dadakan” Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Meski begitu, keduanya tetap menang telak atas Teo Ee Yi/Nelson Heg Wei 21-7, 21-15. Sesungguhnya tandem tetap Ahsan adalah Bona dan keduanya kini bercokol di peringkat keenam dunia. Adapun Hendra dalam laga itu dipisah dari Markis.
”Ini untuk rotasi saja. Apalagi di atas kertas, kualitas lawan di bawah kami,” ujar Markis yang bersama Hendra meraih emas Olimpiade 2008 dan gelar juara dunia 2007. Di samping itu, tim Garuda sudah memastikan tiket babak empat besar setelah sebelumnya mengalahkan Vietnam dan Singapura dengan skor 3-0.
Kemenangan mutlak atas Leopard juga membuat Garuda keluar sebagai juara grup dengan skor menang-kalah 9-0. Dari sembilan partai yang dijalani, Garuda juga hanya kehilangan dua gim. Itu terjadi setelah Taufik dipaksa bermain rubber game oleh tunggal Vietnam, Nguyen Tien Minh, juga oleh Misbun.
Meski kalah, Leopard tetap lolos ke semifinal sebagai runner-up dengan skor agregat 5-4. Meski tersisih, tim Vietnam dan Singapura yang hanya mengantongi skor 2-7 tetap dapat pulang dengan membawa hadiah uang sekitar Rp 450 juta.
Babak semifinal dijadwalkan pada 30 Maret dan 1 April mendatang lewat pertandingan kandang dan tandang. Sementara final yang juga dengan format laga kandang dan tandang berlangsung pada 13 dan 15 April.
Dari penyisihan di Kuala Lumpur, tim Indonesia Rajawali dan Malaysia Tiger bertarung untuk menentukan juara grup dalam laga hari terakhir Minggu malam. Sebelumnya, kedua tim sudah memastikan tempat di semifinal. Rajawali yang didominasi pemain muda dan Tiger yang bertaburan bintang Malaysia telah mengumpulkan skor sama, 6-0.
Sebelumnya, Rajawali mencukur Thailand 3-0 dan melibas Filipina dengan skor serupa. Thailand dan Filipina juga tak bisa meraih satu partai pertandingan pun saat bertemu Tiger.
Rajawali diperkuat Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Shesar Hiren di tunggal. Sektor ganda digawangi dua pemain senior, Alvent Yulianto dan Hendra Aprida Gunawan, serta ganda pelatnas Angga Pratama dan Rian Agung Saputra.
Tiger antara lain diisi tunggal nomor satu dunia Lee Chong Wei, mantan juara All England Hafiz Hashim, Daren Liew, dan ganda nomor delapan dunia Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Sementara Rajawali unggul 1-0 seusai Hayom menang 16-21, 21-18, 21-9 atas Hafiz.