Liga kompas gramedia

Kompetisi Mulai Menunjukkan Hasil

Kompas.com - 26/03/2012, 11:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penampilan tim-tim peserta Liga Kompas Gramedia (LKG) U-14 (di bawah usia 14 tahun) musim 2012 pada laga pekan ke-12 di Stadion Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (25/3), agak kurang menggigit. Banyak pemain pilar dari tim-tim peserta LKG U-14 yang absen karena mengikuti seleksi tim nasional U-14 di Lapangan Trisakti, Cibubur.

”Pemain yang selesai mengikuti seleksi tim nasional bisa saja dimainkan di LKG, tetapi percuma karena tenaganya sudah habis. Untuk mengikuti seleksi saja mereka sudah main beberapa kali,” kata Pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) ASIOP Apacinti, M Nasution, kemarin.

Pelatih SSB Kabomania, Cecep Jumhana, juga dibuat pusing dengan absennya para pemain karena mengikuti seleksi. Namun, keberuntungan masih di pihak Kabomania karena mereka unggul 2-1 atas SSB Laskar Muda meskipun menurunkan pemain pelapis. Sebelumnya, Pelatih SSB Mandiri Jaya Bogor Heriana Kurniawan juga khawatir kekurangan pemain karena sebagian pemainnya mengikuti seleksi tim nasional U-14.

Seleksi tim nasional U-14 yang diselenggarakan PSSI itu merupakan magnet yang sangat kuat menarik talenta-talenta muda dari seluruh Indonesia. Seleksi yang digelar pada Jumat-Minggu (23-25/3) itu diikuti lebih dari 1.800 peserta. Tim seleksi akan memilih tim inti yang berkekuatan 22 orang. Mereka akan bertanding pada Piala AFC U-14 Zona ASEAN di Kinibalu, Malaysia, 28 Mei-4 Juni 2012.

Pada seleksi tahap awal, tim seleksi menyaring ketat sehingga dari 1.800 peserta, hanya terpilih 40 orang. Kemudian di luar 40 orang yang terseleksi, panitia juga memberikan kesempatan kepada pemain yang mengikuti LKG U-14 untuk mengikuti seleksi tim nasional U-14.

Jumlah pemain LKG U-14 yang boleh mengikuti seleksi sebanyak 30 orang. Mereka adalah pemain pilihan yang dipantau oleh tim pencari bakat sejak LKG U-14 musim 2012 bergulir, Januari lalu. Hasilnya tidak mengecewakan, 11 dari 30 pemain LKG U-14 itu lolos seleksi tim nasional.

Para pemain yang berjumlah 30 orang itu berasal dari 12 SSB dari 16 SSB peserta LKG U-14 musim 2012, yaitu GOR Ragunan, Persigawa, ASIOP Apacinti, Kabomania, Villa 2000, Tunas Patriot, Rajawali Muda, Mandiri Jaya Bogor, Bina Taruna, Pelita Jaya, Jakarta North City, dan Laskar Muda. Semua pemain lahir tahun 1998 sehingga usianya sekarang tidak lebih dari 14 tahun.

Banyaknya pemain LKG U-14 musim 2012 yang lolos seleksi membuktikan bahwa kompetisi yang teratur dan dikelola secara profesional akan menghasilkan pemain berkualitas. Di luar sistem kompetisi, atau dengan cara instan? Jangan harap menghasilkan pemain berkualitas....

LKG U-14 telah berjalan tiga musim. Pada musim 2012, ada perubahan pada sistem pertandingan, yaitu menggunakan sistem kompetisi penuh. Pada dua musim sebelumnya, sistem pertandingan memakai setengah kompetisi. Dengan menggunakan sistem kompetisi penuh, setiap tim seolah menjalani laga kandang dan tandang.

Dengan mengikuti turnamen yang terjadwal secara ketat, pemain akan merasakan iklim kompetisi sejak dini. Kondisi ini dipercaya dapat membentuk bukan hanya kemampuan teknis, melainkan juga mental.

Sayang memang, kompetisi usia dini seperti LKG U-14 masih terbatas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Padahal, wilayah Indonesia dengan ribuan pulau dan 230 juta penduduknya pasti menyimpan talenta sepak bola yang luar biasa. (Wisnu Aji Dewabrata/Mahdi Muhammad)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau