JAKARTA, KOMPAS.com — Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa mengatakan, yang paling penting saat ini adalah perdebatan di DPR. Perdebatan antaranggota Dewan terkait kebijakan pengurangan subsidi minyak ini dianggap lebih penting diamati ketimbang unjuk rasa di jalan.
Hal itu dikatakan Daniel Sparringa terkait rencana aksi unjuk rasa besar-besaran menentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi pada Senin-Selasa, 26-27 Maret 2012. "Yang diperlukan Indonesia saat ini adalah beradu argumentasi di Parlemen, bukan kerumunan yang berteriak di jalan," kata Daniel kepada Kompas.com, Senin (26/3/2012).
Daniel mengatakan, perkembangan demokrasi di Indonesia telah mencapai tahapan yang paling kritis sejak era 1998. Sosiolog Universitas Airlangga, Surabaya, ini mengatakan, saat ini dua parameter fundamental demokrasi berhadapan secara diametral, yakni keluasan partisipasi versus kedalaman argumentasi. Saat ini, kata Daniel, bangsa Indonesia sedang melihat bahwa demonstrasi hanya menghasilkan kebisingan serta kehilangan pesan publiknya yang penting, yakni akal dan kebaikan bersama.
"Demonstrasi yang sandaran pembelaannya hanya pada kekuatan massa hanya akan mengancam kemampuan demokrasi sebagai cara memberikan solusi. Anarki demokrasi akan terjadi ketika otot mengalahkan akal. Yang dapat menyelamatkan kita dari anarki demokrasi adalah ketika perdebatan tentang subsidi BBM di DPR menghasilkan opsi-opsi terbaik dari yang mungkin kita pilih," katanya.
Pada Senin ini, massa dari berbagai elemen turun ke jalan guna menentang rencana kenaikan harga BBM bersubsidi. Kelompok massa tersebut, di antaranya, DPC PDI Perjuangan yang berunjuk rasa di Istana Negara dan Balaikota DKI, Laskar Rakyat Tolak Kenaikan Harga BBM, BEM Universitas Indonesia, dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Polda Metro Jaya, terkait aksi unjuk rasa pada Senin-Selasa ini, mengerahkan 22.458 personel, gabungan Polri, TNI, Mabes Polri, dan Satpol PP.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang