Dua Pelaku Penimbunan BBM di Malang Ditangkap

Kompas.com - 26/03/2012, 13:58 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Malang, Jawa Timur, menangkap dua pelaku penimbun bahan bakar minyak (BBM). Polisi menyita barang bukti, 12 jeriken berisi premium, 1 drum jeriken premium dan 10 jerigen berisi solar, yang totalnya berjumlah 300 liter.

Saat ini, kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Malang. Kedua pelaku penimbun BBM itu adalah Yateman (54), warga Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang dan Jumadi (37) alias Sentot, warga Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

"Dua pelaku yang ditenggarai menimbun BBM sudah kami amankan. Saat ini, masih dalam proses penyidikan," kata Kepala Polres Malang, AKBP Rinto Djatmono saat ditemui di Mapolres Malang, Selasa (26/3/2012).

Yateman, kata Kepala Polres, ditangkap petugas pada Minggu (25/3/2012) malam, pada pukul 21.00 WIB, di rumahnya. Di rumah Yateman, polisi menemukan timbunan 250 liter solar dan bensin. Modusnya, Yateman membeli ke SPBU tiga hari sekali. Dalam tiga hari sekali, pelaku ternyata membeli BBM dalam jumlah banyak hingga mencapai 400 liter.

"Total dari BBM yang dibeli dan sengaja ditimbun Yateman berjumlah 500 liter untuk bensin dan solar. Pelaku membeli menggunakan jeriken. Modusnya, pelaku membeli dengan cara bolak-balik ke SPBU menggunakan sepeda motor," katanya.

Dalam aksinya, Yateman melakukan bersama Jumadi. Nantinya BBM yang ditimbunnya akan dijual ulang, agar bisa meraup hasil yang besar. "Saat ini pelaku masih kami periksa," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau