Pramono Anung Tak Risau Konser Lady Gaga

Kompas.com - 27/03/2012, 04:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung tidak ikut merisaukan pengaruh konser penyanyi pop Amerika Serikat (AS), Lady Gaga, yang terkenal dengan penampilan uniknya pada remaja.

Menurut dia, konser penyanyi pop yang terlahir dengan nama Stefani Joanne Angelina Germanotta itu tidak akan membawa pengaruh tidak baik bagi para remaja yang menjadi mayoritas penggemarnya.

Dia juga tidak khawatir konser itu membuat putrinya yang penggemar berat Lady Gaga melakukan hal-hal yang tidak rasional.

"Pasti dia nonton dengan rasional, karena mau happy-happy saja. Anak saya sejak kecil sekolah di Al Azhar, dia tahu soal urusan agama," kata Pramono di gedung DPR RI Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, penggemar  penyanyi yang pertunjukannya sering disebut "menghibur dan inovatif" itu berhak menyaksikan penampilan bintang pujaan mereka.

"Negara juga tidak membatasi dan tidak melarang itu," kata Pramono.

Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR RI yang membidangi agama, Ida Fauziah mengatakan, artis luar negeri yang ingin tampil di Indonesia sebaiknya memahami kultur dan budaya Indonesia.

"Harus disesuaikan dengan masyarakat Indonesia," kata Ida.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau