TNI Apel di Gasibu, Polisi di Gedung Sate

Kompas.com - 27/03/2012, 09:37 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Menjelang unjuk rasa besar-besaran menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Gedung Sate, tempat tersebut dipakai apel siaga oleh TNI dan Polri. Selama hal itu berlangsung daerah tersebut dipenuhi kendaraan dari dua instansi tersebut.

Lapangan Gasibu dipakai untuk lokasi apel garnisun yang dihadiri 2.800 personel TNI AD yang tergabung dalam Garnisun Tetap II. Sementara itu, polisi juga menggelar apel siaga di halaman Gedung Sate yang diikuti sekitar 2.000 orang personel.

TNI AD lebih dahulu merampungkan apel di Gasibu, tetapi hal tersebut menyebabkan Jalan Diponegoro yang diapit dua tempat itu harus ditutup. Seluruh badan jalan juga dipenuhi kendaraan yang parkir mulai mobil dinas hingga truk pengangkut prajurit.

Pangli Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Sonny Widjaja menjelaskan bahwa apel tersebut hanyalah rutinitas tiga bulanan. Tidak ada penekanan khusus mengenai kabar kenaikan harga BBM. Selain meningkatkan kesiapsiagaan prajurit, juga membina komunikasi dengan para komandan.

"TNI hanya akan turun bila ada dinamika di lapangan. Untuk sementara, kami hanya akan mengamankan obyek vital seperti depo Pertamina maupun SPBU," ujar Sonny.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Abdul Rakhman Baso menjelaskan bahwa sebanyak 2.000 personel akan diturunkan untuk pengamanan Gedung Sate. Sisanya sebanyak 2.000 orang akan disebar untuk pengamanan obyek vital, pengaturan lalu lintas, dan antisipasi lainnya.

Hingga berita diturunkan, pengunjuk rasa sudah berdatangan sewaktu rombongan TNI AD meninggalkan Gedung Sate.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau