Ajak Dialog, Soekarwo Tak Diacuhkan Pendemo

Kompas.com - 27/03/2012, 13:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Ribuan pengunjuk rasa yang menyuarakan penolakan terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (27/3/2012) siang, sempat ditemui Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Soekarwo menemui pengunjuk rasa di balik kawat berduri didampingi Kepala Polda Jatim Irjen (Pol) Hadiatmoko mengajak massa aksi untuk berdialog. Namun massa yang sebagian besar didominasi massa PDI-P itu menolak.

Massa malah balik menuding Ketua DPD Partai Demokrat Jatim itu sebagai antek SBY-Boediono. Soekarwo yang menjelaskan kepada massa bahwa Pemprov Jatim memberikan program-program kompensasi kenaikan harga BBM juga sama sekali tidak dihiraukan. Massa lantas menandingi ajakan Soekarwo dengan teriakan ''BBM naik, SBY Turun'' berkali-kali.

Massa juga menuntut agar Soekarwo menandatangani surat terbuka untuk menolak kebijakan SBY- Boediono menolak kenaikan harga BBM. ''Soekarwo tidak perlu banyak bicara, kami hanya butuh dia menandatangani surat terbuka untuk menolak kenaikan BBM,'' kata Taufik Monyong, salah satu orator aksi.

Selain menggelar aksi di Surabaya, ribuan massa PDI-P hari ini juga menggelar aksi serupa di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Pengurus DPD PDI-P Jatim sebelumnya juga mewajibkan kepada 18 kepala daerah di Jawa Timur yang diusung PDI-P untuk mengeluarkan surat pernyataan terbuka menolak kenaikan BBM. Surat terbuka penolakan kenaikan BBM juga wajib dikeluarkan semua fraksi di DPRD kabupaten/kota dan DPRD Provinsi Jawa Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau