Demo bbm

Mahasiswa Tutup Jalan di Depan Gedung DPR

Kompas.com - 27/03/2012, 16:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) kembali terjadi di depan gedung DPR/MPR pada Selasa (27/3/2012) siang. Kali ini, massa berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Batavia. Kelompok ini terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam dan Universitas Jayabaya. Jumlah peserta demo sekitar 100 orang. Mereka mendatangi halaman gedung DPR di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Kedatangan para mahasiswa yang turun dari sebuah bus itu sempat mengganggu arus lalu lintas. Mereka berjalan dari kolong jembatan Senayan secara berbanjar menutup semua ruas jalan menuju depan gedung DPR. Para mahasiswa yang membentangkan spanduk tuntutan "BBM Naik, SBY turun" ini sempat mencoret jalan dengan menggunakan piloks dengan pesan serupa.

Saat tiba di depan gedung DPR, sekitar 100 orang ini langsung luber kembali menutup jalan, termasuk jalur bus transjakarta. Mahasiswa juga sempat menghadang mobil Metro TV yang sedang melintas. Seorang di antaranya bahkan sempat menaiki mobil Metro TV sambil mengibarkan bendera Universitas Jayabaya. Di dalam tuntutannya, mereka meminta aspirasi untuk tidak menaikkan harga BBM didengar.

"Kami tidak akan anarkis. Tapi macetkan saja se-Jakarta agar tuntutan kami para mahasiswa supaya didengar para elite, kami tidak akan anarkis," kata salah seorang koordinator aksi.

Aksi mahasiswa dengan cepat dihadang aparat kepolisian dan pasukan antihuru-hara. Setelah berdialog sekitar lima menit, massa akhirnya menurut dan memberikan ruang dua ruas jalan, termasuk jalur bus transjakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau