Anggaran negara

Cost Recovery Migas Harus Ditekan

Kompas.com - 27/03/2012, 18:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- APBN 2012 bisa diselamatkan hanya dengan menghemat biaya operasi minyak dan gas bumi (migas) yang bisa ditagihkan ke negara (cost recovery). Untuk itu, standar kinerja Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi mestinya menurunkan cost recovery dan meningkatkan lifting.

"Akan terasa kurang adil jika harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan tetapi kontraktor migas justru dibiarkan leluasa menghamburkan uang negara," kata ekonom dari EC-Think, Iman Sugema, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (27/3/2012).

Asumsi lifting (produksi minyak siap jual) dalam Rancangan APBN Perubahan (RAPBN-P) 2012 ditetapkan 930.000 barrel per hari, turun dibanding dalam APBN 2012 yang sebesar 950.000 barrel per hari. Sedangkan cost recovery dalam RAPBN-P 2012 disepakati 15,13 miliar dollar AS atau naik dibanding APBN 2012 yang sebesar 12,33 miliar dollar AS.

Dengan demikian, cost recovery mencapai 44,69 dollar AS per barrel dalam RAPBN-P 2012 atau naik dibandingkan dalam APBN 2012 yang sebesar 35,66 dollar AS per barrel. "Hal ini menyebabkan cost recovery bertambah Rp 27,67 triliun atau naik 25,66 persen," jelas Iman.

Ia memaparkan skenario jika kenaikan cost recovery per barrel 15 persen, maka cost recovery 41 dollar AS per barrel dan total cost recovery bisa ditekan menjadi 13,88 miliar dollar AS. "Dengan menurunkan besaran persentase kenaikan cost recovery, maka penghematan anggaran belanja negara bisa mencapai 1,25 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 11,24 triliun," paparnya.

Menurut Iman, komponen belanja yang hilang kalau harga BBM tidak naik adalah, bantuan langsung sementara untuk masyarakat Rp 25,6 triliun dan subsidi angkutan umum Rp 4,8 triliun. Jumlah total pengurangan belanja negara Rp 30,4 triliun. "Jika ditambah dengan penghematan cost recovery, maka total penghematan anggaran menjadi Rp 41,64 triliun," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau