Aksi mahasiswa

Mendikbud: Mahasiswa Jangan Terprovokasi

Kompas.com - 27/03/2012, 20:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengingatkan mahasiswa yang ikut berunjuk rasa terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) agar tidak terprovokasi saat berada di lapangan. Seruan ini terkait adanya laporan aksi mahasiswa di beberapa daerah, termasuk di Jakarta, yang mengarah pada tindakan anarkis.

"Demonstrasi tidak dilarang. Yang dilarang adalah tindakan anarkis, yang bagi mahasiswa dengan basis gerakan moral justru akan mencederai keikutsertaan dan nilai yang diperjuangkannya," tutur Nuh, Selasa (27/3/2012) di Jakarta.

Nuh mengajak dan meminta para pimpinan perguruan tinggi untuk menggelar dialog dan diskusi publik sekaligus memfasilitasinya. Tujuannya untuk menyikapi kebijakan kenaikan harga BBM secara akademik. "Ini penting, karena kampus sebagai pilar gerakan intelektualitas. Kalangan kampus perlu mendiskusikannya dan mengedepankan pemikiran-pemikiran kritis konstruktif," kata Nuh.

Mendikbud meminta aparat keamanan untuk bersabar dalam menghadapi aksi mahasiswa. Tetapi aparat juga diminta tidak segan-segan bertindak tegas jika mahasiswa sudah mengarah ke tindakan anarkis.

Dalam menyikapi kenaikan harga BBM, Kemendikbud memberi tambahan subsisi bagi siswa miskin, yang diajukan dalam APBN Perubahan 2012. Subsidi siswa miskin yang sebelumnya menyasar sekitar enam juta orang ditingkatkan untuk 14 juta peserta didik. "Jumlah itu diharapkan tidak hanya menjangkau mereka dari kelompok miskin, tetapi juga mereka yang hampir miskin akibat kenaikan harga BBM," kata Nuh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau