SOLO, KOMPAS.com- Konsep usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mestinya digarap dengan desain yang baik. Dengan demikian, UMKM dapat dibina dan menjadi usaha besar.
Pengajar Universitas Negeri Sebelas Maret Solo Lukman Hakim menyampaikan hal itu kepada wartawan di Solo, Rabu (28/3/2012), seusai pembukaan seminar dan pelatihan tentang inklusi keuangan.
"Selama ini kan konsep UMKM by accident. Kalau by design, akan membesarkan UMKM," kata Lukman.
Padahal, UMKM sebagai sektor informal merupakan penyumbang pendapatan daerah terbesar untuk Solo.
Terkait niat memajukan UMKM, rektor UNS Ravik Karsidi mengemukakan, UNS berupaya mewujudkan inkubator bisnis UMKM. Selain itu, juga menerbitkan sertifikasi bagi pendamping UMKM, yang tahun ini direncanakan 800 orang.
"Mendampingi itu antara lain dari sisi teknologi, akses bank, pasar, dan kewirausahaan," ujar Ravik.
Di seluruh Indonesia, UMKM berjumlah kira-kira 50 juta. Mayoritas masih belum memiliki akses perbankan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang