Rumah Titiek Soeharto Jadi Markas Alex-Nono

Kompas.com - 28/03/2012, 21:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Alex Noerdin dan Nono Sampono, menggelar syukuran terkait peresmian Markas Komando tim pemenangan kedua pasangan ini di sebuah rumah di Jalan Diponegoro nomor 36, Jakarta Pusat.

Posko pemenangan itu nantinya akan dijadikan markas seluruh kegiatan Alex-Nono dalam rangka Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI tahun ini.

Di dalam sambutannya, Alex mengaku merasa bersyukur lantaran rumah dengan dua tingkat itu merupakan pinjaman dari Titiek Soharto, anak keempat mantan Presiden Soeharto.

"Saya berterima kasih terutama kepada Ibu Titiek yang sudah mau meminjamkan rumah ini untuk menjadi rumah 3 tahun (slogan kampanye Alex-Nono)," ucap Alex.

Rumah yang cukup luas itu, diakui Alex, memang begitu mendadak digunakan. Saat acara berlangsung di sebuah ruangan paling besar pun kondisinya cukup panas sehingga membuat Gubernur Sumatera Selatan itu berkeringat.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, karena rumah ini baru saja disiapkan. Jadi masih cukup panas karena mendadak tapi enggak apa-apa berkeringat sekarang supaya bisa bersenang-senang kemudian," imbuh Alex.

Saat dijumpai usai acara peresmian, Titiek Soeharto mengatakan, dirinya sama sekali tidak memungut bayaran atas penempatan rumahnya oleh tim pemenangan Alex-Nono.

Ia meminjamkan rumah peninggalan seorang pelukis Belanda lantaran ingin membantu rekannya sesama kader Golkar.

"Enggak bayar. Saya pinjamin aja. Yah saya bantu karena sama-sama kader Golkar juga kan jadi kita bantu," kata Titiek.

Titiek mengaku mengenal sosok Alex saat sama-sama berada di Partai Golkar. Sementara dengan wakil Alex, Nono Sampono, Titie mengaku sudah kenal sangat lama.

Maklum saja, Nono yang dulunya merupakan anggota TNI ini kerap mendampingi Presiden Soeharto selama memimpin tampuk kekuasaan Orde Baru.

Koordinator Media Center Alex-Nono, Muhammad Sulhi, mengatakan nantinya markas komando ini akan menjadi kantor sehari-hari bagi Alex dan Nono.

"Saat ini masih baru dicat saja. Nantinya akan disiapkan ruangan pak Alex dan Pak Nono. Mereka sehari-hari akan berkantor di sini," katanya.

Media Center, ujarnya, juga akan disediakan di tempat itu. Direncanakan, mulai pekan depan kantor sudah aktif digunakan.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, rumah bertingkat dua dengan luas tanahnya lebih dari 1.500 meter persegi itu memang masih belum banyak fasilitas.

Beberapa tukang bangunan pun masih tampak sibuk mengecat tembok rumah dan beberapa tukang sedang memasang pendingin ruangan.

Rumah yang layaknya gedung perkantoran itu paling tidak memiliki enam ruangan besar di dalamnya. Satu ruangan lagi berukuran sangat besar layaknya sebuah aula.

Nantinya, tidak hanya Alex dan Nono yang berkantor di sini. Partai-partai koalisi seperti Partai Persatuan Pembangunan, Partai Golkar, dan Partai Damai Sejahtera (PDS) juga akan menempati markas itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau