Mayoritas Fraksi di DPRD DIY Tolak Kenaikan Harga BBM

Kompas.com - 28/03/2012, 21:56 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Mayoritas fraksi di DPRD DIY menolak rencana pemerintah kenaikan harga bahan bakar minyak.

Fraksi PDI-P, PKS, PAN, dan Golkar DPRD DIY menyatakan menolak kenaikan harga BBM dan berjanji akan memperjuangkan aspirasi rakyat Yogyakarta.

Ini menyusul serangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung setiap hari di DPRD DIY dalam beberpa hari terakir.

Dalam jumpa pers yang digelar Rabu (28/3/2012) siang di DPRD DIY diketahui hanya Fraksi Partai Demokrat yang menyatakan mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM.

Sedangkan perwakilan Fraksi PKB dan Fraksi Pembangunan Nurani Peduli Indonesia (PNPI) Raya yang merupakan gabungan partai Hanura, Gerindra, PPP, PKPB tak hadir.

Ketua Fraksi Golkar Ahmad Subangi menyatakan, kenaikan BBM memberatkan masyarakat. Akan lebih baik bila pemerintah pusat mengubah politik anggaran di APBN.

Bahkan Ahmad Subangi mengaku telah melakukan desakan ke DPP partai Golkar untuk mengakomodasi aspirasi fraksinya dan aspirasi rakyat Yogyakarta.

"Saya sudah sampaikan permohonan itu tadi malam," kata Ahmad Subangi.

Senada Ketua Fraksi PAN Arif Nur Hartanto mengatakan, sudah berupaya memperjuangkan aspirasi rakyat Yogyakarta atas kenaikan BBM ke pusat.

"Setelah mendengarkan aspirasi rakyat Jogja yang menolak kenaikan BBM, kami sudah menyampaikanya ke DPP PAN, bahkan kami sampaikan pula solusinya, misal dengan mengembalikan kedaulatan energi dan efisiensi APBN," ujarnya.

Hal yang sama, menolak kenaikan harga BBM, juga disampaikan ketua Fraksi PKS Agus Sumartono.

Sementara Ketua Fraksi Demokrat Putut Wiryawan menguatkan argumen pemerintah tentang perlunya menaikan harga BBM untuk penyelamatan ekonomi negara.

"Tidak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan rakyatnya. Pemerintah pusat tidak gegabah menentukan pilihan. Kenaikan BBM ini ranahnya pemerintah pusat, kami dalam posisi melaksanakan kebijakan pemerintah pusat," tuturnya.

Meski mayoritas fraksi menyatakan menolak kenaikan BBM , DPRD DIY secara kelembagaan belum menentukan sikap resmi. Ketua DPRD DIY Youke Agung Indra Laksana menyatakan masih mengupayakan secara teknis mengundang semua fraksi untuk menyatakan sikap secara kelembagaan.

Cara itu menurutnya mungkin dilakukan sebagaimana yang pernah dilakukan ketika mendukung penetapan pada RUUK DIY.

"Bisa saja DPRD membuat sikap secara kelembagaan seperti saat RUUK, cuma sampai sekarang masih harus dibicarakan dengan fraksi," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau