Assad Lolos dari Pembunuhan

Kompas.com - 29/03/2012, 02:18 WIB

Kairo, Kompas - Presiden Suriah Bashar al-Assad lolos dari percobaan pembunuhan ketika berkunjung ke distrik Bab al-Amr di kota Homs, Selasa (27/3). Konvoi kendaraan Presiden Suriah itu segera meninggalkan distrik Bab al-Amr tatkala mendapat serangan tembakan.

Harian Asharq Al Awsat edisi hari Rabu (28/3) mengutip anggota Dewan Nasional Suriah (SNC), Omar Idlibi, mengungkapkan hal tersebut.

Satuan tempur Al Farouk dari Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengklaim bertanggung jawab terhadap upaya percobaan pembunuhan yang gagal itu.

Sebelumnya, Selasa pagi lalu, televisi pemerintah menayangkan gambar Presiden Bashar al-Assad berkeliling di distrik Bab al-Amr. Ia tampak berbincang- bincang dengan pasukan pemerintah yang bertugas di distrik itu.

Distrik Bab al-Amr yang selama ini dikenal sebagai basis kelompok oposisi jatuh ke tangan pemerintah akhir bulan lalu.

Omar Idlibi menyebut kunjungan Presiden Assad ke Bab al-Amr penuh sandiwara. Ia mengungkapkan, pasukan pemerintah telah mengepung distrik Bab al-Amr sebelum kedatangan Presiden Assad. Kemudian mereka mengerahkan bus-bus untuk mengangkut ribuan loyalisnya dari distrik lain ke distrik Bab al-Amr untuk menunjukkan bahwa mereka adalah penduduk distrik Bab al-Amr. Padahal, lanjut Idlibi, sebagian besar penduduk asli Bab al-Amr sudah mengungsi dan sebagian lagi ditahan.

Dalam konteks politik, jubir Kofi Annan, Ahmed Fawzi, mengungkapkan, otoritas Suriah menyatakan menerima usulan solusi Kofi Annan yang terdiri atas enam butir itu.

Fawzi menyebut keputusan Suriah menerima usulan solusi Kofi Annan itu merupakan tahap permulaan penting untuk mengakhiri aksi kekerasan.

Namun yang terpenting, lanjut Fawzi, pelaksanaan terhadap usulan solusi Kofi Annan itu. Annan—yang sedang mengunjungi Beijing—mengatakan butuh bantuan China dalam upaya mencari solusi krisis di Suriah.

Di Istanbul, sebagian besar faksi-faksi oposisi pada penutupan konferensi, Selasa malam lalu, sepakat menjadikan Dewan Nasional Suriah (SNC) sebagai wakil sah rakyat Suriah dan juru bicara kubu oposisi.

Konferensi kubu oposisi itu juga menyetujui sebuah dokumen yang berisi prinsip umum nasional pascaera rezim Assad. Dokumen tersebut menegaskan, negara Suriah bersatu adalah negara sipil demokratis, dan konstitusi baru nanti tidak membedakan etnis Arab, Kurdi, Turkman, dan lain-lainnya, serta menghormati hak semua etnis itu secara sama.

Disepakati pula pembentukan komite yang bertugas menyiapkan konsep reformasi di tubuh SNC agar lebih mencakup semua faksi oposisi, selambat-lambatnya tiga pekan mendatang.

Meski demikian, ada beberapa faksi oposisi yang beraliran liberal masih menolak dokumen ini. Mereka berdalih Ikhwanul Muslimin masih dominan dalam penyusunan dokumen itu.

Sejumlah faksi dan tokoh oposisi juga mengundurkan diri dari arena konferensi. Salah satu tokoh oposisi itu adalah Hisham Maleh. Ia memprotes karena tidak dinobatkan sebagai ketua konferensi, selaku peserta tertua. (mth)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau