YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan orang yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia menggelar aksi penolakan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), di seputar Kantor Pos Besar, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (29/3/2012).
Massa menilai, kebijakan menaikan harga BBM merupakan kebijakan yang dzalim dan bentuk pengkhiatanan terhadap rakyat. "Menaikan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermasud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan dengan syariat Islam," kata juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto.
Menurut Ismail, kebijakan menaikkan BBM tidak lain untuk menyukseskan liberalisme sektor niaga dan distribusi. Selain itu, liberalisme migas adalah penguasaan yang lebih besar kepada swasta asing dan pengurangan peran negara. "Kami menuntut, kebijakan kapitalistik, juga kebijakan dzalim dan khianat segera dihentikan," kata Ismail.
Sementara itu, salah seorang orator unjuk rasa Sidiq Al Bantuli meminta SBY turun. "Ganti rezim, SBY dzalim, SBY harus turun," teriak Sidiq dalam orasinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang