Benar, Busana Menunjukkan Siapa Kita

Kompas.com - 29/03/2012, 17:07 WIB

KOMPAS.com - You are what you wear, begitu kata banyak orang. Pakaian yang kita kenakan mencerminkan siapa kita yang sebenarnya. Namun adakah latar belakang ilmiah yang mendasari hal ini?

Sebuah buku berjudul You Are What You Wear yang ditulis oleh Dr Jennifer Baumgartner, mengungkapkan bahwa apa yang dikenakan kaum perempuan memberikan petunjuk yang kuat mengenai harapannya yang terdalam. Apa yang kita pakai ternyata menunjukkan diri kita yang sebenarnya. Misalnya, sering menggunakan pakaian yang menampakkan belahan dada menggambarkan bahwa Anda haus kekuasaan, sedang mengatur. Sementara itu, memakai perhiasan berlebihan menunjukkan rasa insecure pada diri Anda, atau memiliki kesulitan keuangan.

"Pakaian Anda mengungkapkan apa yang terjadi di dalam diri. Pikiran dan perasaan Anda 'tergeletak' begitu saja di lemari pakaian. Anda tinggal melihatnya saja," kata Baumgartner.

Psikolog klinis berusia 34 tahun yang juga seorang konsultan busana ini menggambarkan kesalahan yang sering dibuat kaum perempuan dalam berbusana. Misalnya, membeli pakaian rancangan desainer terkenal, memakai pakaian kantoran, dan berbelanja terlalu banyak.

Nah, masalah terbesarnya, kebanyakan perempuan terjebak dalam aturan bergaya. Baumgartner menyarankan agar perempuan lebih berani mempadupadankan busana, dan "berbicara" melalui pilihan busana tersebut.

"Yang perlu Anda lakukan adalah melacak kebiasaan belanja Anda, atau mencatat jenis-jenis pakaian yang Anda miliki untuk mengenali polanya," ujar Baumgartner dalam bukunya.

Setelah mengenali pola berbusana Anda, barulah Anda bisa melakukan suatu perubahan total, dan menemukan pakaian yang sesuai dengan kepribadian Anda yang sesungguhnya. Dan, tentunya sisi yang lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau