Kenaikan Uang Muka ini Sebenarnya untuk Siapa?

Kompas.com - 29/03/2012, 17:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang mempertanyakan sasaran peraturan kenaikan uang muka atau down payment (DP) sebesar 30% yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). Hal tersebut dinilai tidak berpengaruh untuk konsumen pembeli rumah minimal tipe 70 meter persegi.

"Peraturan ini sebenarnya untuk siapa, karena 80 persen konsumen kami pembeli rumah atau apartemen tidak memakai Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA)," kata Indra Wijaya, Wakil Direktur Agung Podomoro Land, ketika menyampaikan paparan kinerja APLN tahun 2011 di Jakarta, Rabu (28/3/2012) kemarin.

Indra mengakui, banyak proyek APLN berlokasi di perkotaan memiliki target market kalangan menengah ke atas. Kebanyakan pembeli proyeknya menggunakan pembayaran secara cash bertahap.

Terkait akan diberlakukannya aturan loan to value pada April 2012 ini, ia percaya hal itu tidak akan mempengaruhi minat pembeli produk APLN.

"Mungkin ada pengaruhnya untuk pembelian, tapi sedikit," ujarnya.

Ia mengaku menyayangkan apabila aturan tersebut kemudian diberlakukan untuk pengembang dengan konsumen menengah ke bawah.

"Kalau diberlakukan kasihan menengah bawah, uang muka 20 persen saja mereka berat, apalagi sampai 30 persen," jelasnya.

Sebelumnya, ketua DPD Realestat Indonesia (REI) DKI Jakarta, Rudy Margono, mengemukakan aturan pembatasan uang muka ini akan mempengaruhi penjualan properti. Ia memprediksi akan terjadi penurunan sekitar 5% - 10%.

"Namun, penurunan ini bersifat sementara," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau