Marzuki Ancam Usir Peserta Rapat Paripurna

Kompas.com - 29/03/2012, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengancam akan mengeluarkan politikus yang melanggar tata tertib ketika pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional Perubahan 2012 dalam rapat paripurna DPR, Jumat (30/3/2012) besok. Rapat itu akan dipimpin langsung oleh Marzuki.

"Kalau melanggar tata tertib, saya usir dari ruangan. Siapa pun, orang Demokrat sekalipun," kata Marzuki di Kompleks DPR, Jakarta, Kamis (29/3/2012).

Hal itu disampaikan Marzuki sehubungan dengan ricuhnya rapat paripurna dengan agenda pembacaan kesimpulan akhir dan rekomendasi Tim Pansus Hak Angket Bank Century pada Maret 2010. Waktu itu, Marzuki yang memimpin rapat tersebut dilempar dengan botol air mineral oleh salah satu anggota DPR. "Lempar botol? Coba saja sekarang. Saya BK-kan (Badan Kehormatan)," kata Marzuki.

Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso dan Pramono Anung, memperkirakan bahwa rapat paripurna besok akan berlalan alot dengan hujan interupsi. Namun, Marzuki menduga rapat akan berjalan lancar. "Saya kira enggak akan alot. Beda pendapat biasa," kata politikus Partai Demokrat itu.

Rapat paripurna besok antara lain mengagendakan pembahasan besaran subsidi energi serta amandemen Pasal 7 Ayat 6 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yang menyebutkan harga jual eceran BBM bersubsidi tidak naik. Pembahasan itu diperkirakan bakal alot lantaran tak sedikit fraksi yang menolak rencana kenaikan harga BBM. Partai oposisi, yakni PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Hanura, sejak awal menolak harga BBM naik. Begitu pula PKS yang tergabung dalam koalisi pemerintah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau