Hindari Macet dengan Waze

Kompas.com - 30/03/2012, 09:15 WIB

Waze.comWaze

JAKARTA, KOMPAS.com - Macet, menjadi hal yang paling dihindari oleh masyarakat Jakarta. Lebih baik melintasi jalur yang lebih jauh ketimbang harus terjebak macet. Beruntunglah kini ada aplikasi Waze di smartphone untuk memantau kemacetan.

Menurut salah seorang pengguna setia Waze, Eko Juniarto, yang merupakan IT Project Manager Pasifik Satelit Nusantara, Waze adalah aplikasi yang memanfaatkan penggunanya untuk berbagi dan mengetahui situasi lalu lintas sekaligus menyajikan navigasi, bak perangkat Global Positioning System (GPS).

Layaknya sebuah perangkat GPS, Waze bisa mengeluarkan perintah suara. Pilihan rute dibuat berdasarkan jarak dan kondisi macet yang dilaporkan para member. Jalur yang berwarna merah berarti sedang terjadi kemacetan di sana.

Navigation

"Kelebihan Waze ada pada realtime traffic update," kata Eko pada acara Kompas Tekno Idea di XXI Lounge Plaza Senayan Jakarta, Kamis (29/3/2012). Pengguna bisa melaporkan situasi lalu lintas jalur yang dilewati. Apakah terjadi kemacetan, atau hal apa yang menyebabkan kemacetan? Laporan macam ini disebut laporan aktif.

Laporan ini sangat berguna untuk orang lain agar mendapat informasi lalu lintas secara real time.

Report

Sedangkan yang disebut laporan pasif, pengguna tak harus melaporkan kondisi jalur yang dilewati. Dengan mengaktifkan Waze dan menentukan tempat tujuan (drive to), sudah berupa laporan pasif yang merekam data kecepatan rata-rata.

Driving to

Nah, semangat berbagi inilah yang membuat jejak peta yang telah dilewati satu pengguna, akan jadi acuan dalam berkendara oleh pengguna lainnya.

Pilihan rute dari aplikasi Waze sangat bergantung pada orang lain yang sudah melewati rute tersebut. Untungnya, menurut Eko, pengguna Waze di Jakarta sudah cukup banyak, sehingga menambah jumlah rute.

Rute

Mengenai kekurangan Waze, menurut Eko ada pada sistem update peta yang tidak seketika. Selain itu, saat mengemudi pengguna akan sulit untuk berkomunikasi. "Fitur Chit Chat untuk melakukan chatting sepertinya kurang efektif. Karena pengemudi pasti fokus ke jalan," kata Eko.

Waze merupakan aplikasi gratis yang telah tersedia untuk platform iOS, Android, BlackBerry (masih versi Beta), Windows Mobile dan Symbian. Namun, tidak semua jenis smartphone mendukung Waze.

Untuk mengunduh dan mengetahui merek dan tipe smartphone macam apa yang mendukung Waze, bisa dilihat di tautan ini

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau