Ekonomi RI Makin Baik, Saatnya Berperan di Regional

Kompas.com - 30/03/2012, 09:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Economist Deutsche Bank untuk Indonesia, India dan Singapura, Taimur Baig, menilai perekonomian Indonesia semakin membaik. Ini ditandai dengan meningkatnya stabilitas makroekonomi dan politik di Indonesia. Dengan kondisi ini, menurut dia, Indonesia bisa mengambil peran yang lebih besar di tingkat regional.

"Setelah melambatnya perekonomian selama satu dekade sebagai akibat dari krisis keuangan tahun 1997/98, perekonomian Indonesia kini semakin membaik," ujar Timur, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (29/3/2012).

Menurut Timur, kondisi ekonomi Indonesia yang baik karena didukung oleh rendahnya tingkat utang masyarakat sampai ke level rumah tangga. Sumber daya manusia pun menjanjikan. Indonesia juga mempunyai sektor komoditas yang kaya. Ditambah lagi, negara anggota ASEAN ini memiliki komunitas kelas menengah yang semakin besar dan tumbuh cepat.

"Indonesia sudah mencapai titik terbaiknya dalam beberapa tahun terakhir - ini adalah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam perekonomian regional," tambah dia.

Timur juga mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia akan tetap baik sekalipun terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Ia memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh sekitar 6 persen pada tahun 2012 ini. Tingkat konsumsi, investasi dan impor terus meningkat dalam kondisi pertumbuhan ekonomi yang mendukung.

Tetapi kekhawatiran terhadap inflasi tidak dapat terhindari, terutama mengenai kenaikan harga BBM yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Dengan kondisi yang tetap akan baik, Timur pun menyarankan Indonesia bisa berperan dalam menanggulangi isu-isu regional yakni di wilayah ASEAN. "Perdagangan intra-regional akan menjadi lebih rentan dengan menurunnya permintaan dari negara-negara Barat. Indonesia dapat mengambil bagian penting dalam menangani berbagai macam isu ekonomi, seperti mendukung perdagangan bebas di Asia hingga mempererat hubungan dengan China," pungkas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau