JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 200 orang buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sudah memadati luar gedung DPR/MPR sejak pukul 10.00 untuk melakukan unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak. Semakin siang, massa dari elemen buruh kian bertambah.
Massa dari mahasiswa, seperti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga berangsur-angsur memadati kawasan tersebut. Selain dari unsur mahasiswa dan buruh, elemen parpol seperti dari Partai Bulan Bintang (PBB) dengan jumlah massa 100 orang juga sudah tiba di lokasi. Diperkirakan sudah ada sekitar 500 orang yang berunjuk rasa.
Tumpah ruahnya massa membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Melubernya peserta unjuk rasa di jalan bahkan sempat membuat pagar tol dalam kota di depan Gedung DPR/MPR jebol. Pagar sepanjang 50 meter itu ambruk setelah dijebol para buruh.
Meski sudah dijebol, buruh tidak langsung masuk ke dalam jalan tol. Mereka hanya menggunakan pembatas jalan tol sebagai tempat duduk untuk beristirahat.
Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Metro Tanah Abang Komisaris Herman Ridwansyah mengatakan, aparat kepolisian akan menyiapkan rekayasa lalu lintas lain jika aksi massa menjadi ricuh. Pasalnya, massa dikhawatirkan akan menerobos masuk tol dalam kota.
"Nanti kalau ricuh tentu ada rekayasa lain. Saat ini kami siapkan dulu petugas untuk mengatur arus lalu lintas di dalam tol," kata Herman.
Ia mengatakan, polisi kini juga sudah menyiapkan lahan parkir bagi kendaraan yang dipakai unjuk rasa. "Diberikan tempat di Pintu V Senayan agar kendaraan mereka tidak mengganggu kegiatan demonstrasi," tandas Herman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang