Pagar Tol Dalam Kota Dijebol Demonstran

Kompas.com - 30/03/2012, 13:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 200 orang buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia sudah memadati luar gedung DPR/MPR sejak pukul 10.00 untuk melakukan unjuk rasa menentang kenaikan harga bahan bakar minyak. Semakin siang, massa dari elemen buruh kian bertambah.

Massa dari mahasiswa, seperti dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) juga berangsur-angsur memadati kawasan tersebut. Selain dari unsur mahasiswa dan buruh, elemen parpol seperti dari Partai Bulan Bintang (PBB) dengan jumlah massa 100 orang juga sudah tiba di lokasi. Diperkirakan sudah ada sekitar 500 orang yang berunjuk rasa.

Tumpah ruahnya massa membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. Melubernya peserta unjuk rasa di jalan bahkan sempat membuat pagar tol dalam kota di depan Gedung DPR/MPR jebol. Pagar sepanjang 50 meter itu ambruk setelah dijebol para buruh.

Meski sudah dijebol, buruh tidak langsung masuk ke dalam jalan tol. Mereka hanya menggunakan pembatas jalan tol sebagai tempat duduk untuk beristirahat.

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Metro Tanah Abang Komisaris Herman Ridwansyah mengatakan, aparat kepolisian akan menyiapkan rekayasa lalu lintas lain jika aksi massa menjadi ricuh. Pasalnya, massa dikhawatirkan akan menerobos masuk tol dalam kota.

"Nanti kalau ricuh tentu ada rekayasa lain. Saat ini kami siapkan dulu petugas untuk mengatur arus lalu lintas di dalam tol," kata Herman.

Ia mengatakan, polisi kini juga sudah menyiapkan lahan parkir bagi kendaraan yang dipakai unjuk rasa. "Diberikan tempat di Pintu V Senayan agar kendaraan mereka tidak mengganggu kegiatan demonstrasi," tandas Herman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau