Unjuk rasa

Gedung Sate Jadi Ruang Pamer Seniman

Kompas.com - 30/03/2012, 15:34 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Konsentrasi wartawan ke Gedung Sate selama berlangsungnya rangkaian protes penolakan kenaikan BBM bersubsidi membuat tempat itu bak panggung. Siapa pun yang datang bakal mendapat sorotan media massa.

Itulah sebabnya, beraneka rupa aksi digelar dan dibuat semenarik mungkin agar diliput wartawan maupun dibidik kamera fotografer maupun kru televisi. Salah satunya dimanfaatkan Asep Berlian, seniman.

Di tengah kerumunan pengunjuk rasa di muka gerbang Gedung Sate, Asep datang dengan dandanan unik yakni berpakaian serba hitam lengkap jubah dari kain hitam. Tidak ketinggalan mukanya juga dicat warna hitam.

"Ini warna duka," ujarnya singkat, Jumat (30/3/2012).

Asep membawa tiga buah kanvas berisi lukisan abstrak. Di atas lukisan tersebut, dia menggoreskan kuasnya membentuk orang-orang yang mengangkat tangannya. Di tengah kanvas, dia menulis "Tolak Kenaikan BBM."

Tak ayal, aksinya mengundang belasan orang untuk mengabadikan dengan kamera SLR, maupun kamera ponsel. Dia kemudian mengacungkan obor berbahan bambu yang dipersiapkannya sembari berteriak "Tolak BBM!"

Asep menuturkan, dia belum tahu lukisan tersebut nantinya dikemanakan. "Kalau ada yang beli, silahkan saja," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau