Cara Berpikir "Out of the Box" ala Jokowi-Ahok

Kompas.com - 30/03/2012, 22:55 WIB

KOMPAS.com — Berpikir di luar kotak, out of the box, sering kali diperlukan untuk mengatasi berbagai kebuntuan persoalan.

Cara-cara itu pula yang tampaknya akan ditawarkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo yang biasa disapa Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal dengan nama Ahok.

Hal itu pula yang disampaikan Jokowi-Ahok ketika berkunjung ke Redaksi Kompas, Jumat (30/3/2012). "Kita pengin keluar dari pakem," ujar Jokowi.

Dalam perbincangan dengan Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun, Jokowi memang menyampaikan berbagai hal yang di luar kebiasaan itu.

Soal iklan berkampanye, misalnya. Kalau umumnya calon jorjoran memasang iklan, poster, baliho, billboard, dia justru akan membatasinya karena hal itu akan mengotori pemandangan kota.

"Kita tidak ingin memulai perbaikan dengan kekeliruan. Kita ingin masuk ke kampung-kampung saja bertemu masyarakat dan bagi gambar dikit-dikit," tutur Jokowi sambil tersenyum.

Kemeja kotak-kotak warna cerah yang selalu mereka kenakan, menurut Jokowi, adalah juga di luar kebiasaan.

Kalau kebanyakan calon, saat berkampanye, membagi-bagi kaus, Jokowi-Ahok justru merencanakan memperbanyak seragam mereka dan kemudian dipasarkan. Tujuannya, selain untuk menggalang dana kampanye dari masyarakat, sekaligus memberdayakan pengusaha kecil.

"Saya memilih Pak Ahok, juga keputusan berani," kata Jokowi yang bercita-cita membangun semangat keindonesiaan.

Ahok juga merencanakan akan membedah secara rinci Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di DKI dan menyampaikannya secara transparan ke publik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau