Selongsong Peluru Ditemukan di Pintu Kampus

Kompas.com - 31/03/2012, 03:58 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Usai kericuhan antara massa mahasiswa Universitas HKBP Nomensen Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, dengan polisi, pihak kampus melakukan aksi bersih-bersih di sekitar lokasi mahasiswanya bertahan. Saat membersihkan lokasi itu, ditemukanlah enam butir selongsong peluru berbahan kuningan dengan Kode TK PIN 5,56.

Amru Siregar, alumni Fakultas Hukum yang menemukan selongsong tersebut di depan pintu keluar kampus, menduga barang itu berasal dari peluru tajam milik Sat Brimob. "Aku jumpai di sini, banyak lagi di dalam berserakan," katanya yang diamini satpam kampus, Sabtu dini hari (31/3/2012).

Terindikasi sepuluh orang mahasiswa menjadi korban penembakan. Dua orang dirawat di RSU Pirngadi Medan akibat tembakan peluru karet. Satu orang dari Fakultas Pertanian dibawa ke RS Brimobda Sumut Jalan Wahid Hasyim, dikabarkan dengan kondisi kritis. Sisanya belum diketahui kabarnya karena masih ditahan.

"Setelah ditangkap, mereka langsung ditempel peluru di depan Hotel Perintis," kata Amru menirukan perkataan korban. Kapoldasu yang coba dihubungi via ponsel tidak menjawab panggilan masuk.

Sementara itu, bentrok mahasiswa USU dengan polisi sempat rusuh. Mahasiswa berhasil memukul mundur polisi. Jalan Dr Mansyur mulai pintu I USU dan Jalan Jamin Ginting sampai simpang Wahid Hasyim tempat Sat Brimobda Sumut bermarkas diblokade massa. Terlihat batu-batu berserakan sepanjang jalan dan plang-plang lalu lintas yang dicopot.

Sekira pukul 03.00 WIB, aksi berhenti, namun massa belum meninggalkan lokasi. Alasannya mereka masih menunggu teman-temannya dari Nomensen dan ITM. "Mau main lagi, nunggu kawan-kawan dari Nomensen sama ITM. Ini aksi solidaritas," kata salah seorang mahasiswa dari Fakultas Sastra USU.

Di lokasi ini ditemukan lima selongsong pelurunya di areal Pintu I. "Ada kawan kami yang terkena pelipisnya dan menemukan lima selongsong peluru," kata seorang mahasiswa. Di dalam kampus, para mahasiswa tersebut terlihat sedang menyiapkan puluhan bom molotov untuk aksi selanjutnya. Mereka juga menutup jalan dengan rambu-rambu pembatas jalan seperti benteng pertahanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau