Pil KB Bikin Wanita Tak Menikmati Seks

Kompas.com - 31/03/2012, 12:02 WIB

KOMPAS.com - Pil KB memang bisa membantu kita mengatur dan merencanakan kehamilan, tetapi pil kontrasepsi ini juga memberi efek lain yang kurang menyenangkan. Dilaporkan belum lama ini, pil KB mengubah perasaan kita mengenai cinta dan seks, karena mengubah senyawa kimia di dalam tubuh. Akibatnya, kita jadi tak begitu menikmati seks, dan merasa pasangan kita tak lagi menarik.

Menurut Dr Craig Roberts dari University of Stirling, hormon-hormon dalam alat kontrasepsi oral juga mengubah kecenderungan perempuan untuk tertarik pada tipe pria tertentu. Meskipun begitu, penelitian yang dilakukannya juga mendapati bahwa para perempuan menilai bahwa pasangan mereka memiliki sisi positif yang lebih tinggi dalam beberapa hal, seperti kesetiaan dan dukungan. Hal ini tentu juga tak kalah penting dibandingkan dengan daya tarik fisik.

Dr Robert sendiri menyarankan untuk menghentikan pemakaian pil KB ketika kaum perempuan menyadari bahwa kehidupan seksnya mulai terasa kurang menarik. "Memilih metode kontrasepsi non-hormonal selama beberapa bulan sebelum menikah, misalnya, bisa menjadi cara bagi wanita untuk meyakinkan dirinya kembali bahwa ia tertarik pada pasangannya," sarannya.

Dalam beberapa penelitian sebelumnya, pernah terungkap pula bahwa konsumsi pil KB membuat perempuan lebih terpikat pada pria-pria berwajah kekanakan ketimbang yang maskulin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau