Calon AS Melobi China

Kompas.com - 01/04/2012, 04:16 WIB

Beijing, Sabtu - Jim Yong-kim, warga Amerika Serikat berdarah Korea Selatan, adalah pilihan AS yang dijagokan untuk menjadi Presiden Bank Dunia. Hari Sabtu (31/3), dia berada di Beijing, China, untuk bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan.

Kim sedang melakukan kunjungan ke sejumlah negara untuk meraih dukungan agar bisa terpilih sebagai pemimpin Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick. Namun, sudah sejak lama muncul semacam aturan tidak tertulis bahwa IMF dipimpin tokoh Eropa dan Bank Dunia dipimpin tokoh AS.

Walau menuntut perlunya perubahan pola kepemimpinan di Bank Dunia, China tidak mengajukan calon yang akan disaring menuju kursi kepemimpinan di Bank Dunia. Hal ini sekaligus merupakan sinyal bahwa China siap mendukung calon lain, termasuk calon dari AS.

Hal serupa juga dilakukan China saat Christine Lagarde, mantan Menteri Keuangan Perancis, sedang dalam proses pencalonan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF). China akhirnya juga turut mendukung Lagarde menjadi pimpinan di IMF.

Setelah mengunjungi China, Kim, yang dikenal karena program pelayanan terhadap pengidap AIDS di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga melanjutkan perjalanan ke Tokyo, Jepang. Dia juga akan mengunjungi kota kelahirannya, Seoul.

Kim pindah ke AS ketika dia berusia lima tahun bersama keluarganya. Setelah itu, Kim akan berkunjung ke New Delhi, Brussels, Brasilia, dan Mexico City.

Tak bergaung

Diduga kuat Presiden AS Barack Obama sengaja menunjuk Kim sebagai calon pimpinan Bank Dunia. Ini bermaksud untuk mengobati rasa kecewa negara-negara berkembang.

Kelompok ini tidak bisa berhasil mengegolkan calonnya karena sistem pemilihan di Bank Dunia dan IMF yang sepertinya sudah terkunci. Mayoritas kuota suara terletak di tangan sekumpulan negara yang terletak di Uni Eropa dan Amerika Utara.

Hal ini membuat calon lain dari luar AS seperti menghadapi tembok. Penantang Kim lain ada dua orang, yakni Ngozi Okonjo-Iweala, seorang ekonom dari Nigeria. Satu lagi pesaingnya adalah Jose Antonio Ocampo dari Kolombia. Namun, dua nominasi ini dari negara berkembang ini tidak mendapatkan gaung.

Dewan direksi Bank Dunia akan mengkaji tiga calon pimpinan Bank Dunia ini pada 9-11 April mendatang. Sepuluh hari kemudian akan diputuskan siapa pengganti Zoellick. Namun, dari gelagat yang terlihat, tidak ada harapan untuk mengubah mitos pimpinan Bank Dunia, yang tampaknya akan tetap dipegang tokoh AS. (AFP/MON)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau