Beijing, Sabtu -
Kim sedang melakukan kunjungan ke sejumlah negara untuk meraih dukungan agar bisa terpilih sebagai pemimpin Bank Dunia menggantikan Robert Zoellick. Namun, sudah sejak lama muncul semacam aturan tidak tertulis bahwa IMF dipimpin tokoh Eropa dan Bank Dunia dipimpin tokoh AS.
Walau menuntut perlunya perubahan pola kepemimpinan di Bank Dunia, China tidak mengajukan calon yang akan disaring menuju kursi kepemimpinan di Bank Dunia. Hal ini sekaligus merupakan sinyal bahwa China siap mendukung calon lain, termasuk calon dari AS.
Hal serupa juga dilakukan China saat Christine Lagarde, mantan Menteri Keuangan Perancis, sedang dalam proses pencalonan pimpinan Dana Moneter Internasional (IMF). China akhirnya juga turut mendukung Lagarde menjadi pimpinan di IMF.
Setelah mengunjungi China, Kim, yang dikenal karena program pelayanan terhadap pengidap AIDS di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga melanjutkan perjalanan ke Tokyo, Jepang. Dia juga akan mengunjungi kota kelahirannya, Seoul.
Kim pindah ke AS ketika dia berusia lima tahun bersama keluarganya. Setelah itu, Kim akan berkunjung ke New Delhi, Brussels, Brasilia, dan Mexico City.
Diduga kuat Presiden AS Barack Obama sengaja menunjuk Kim sebagai calon pimpinan Bank Dunia. Ini bermaksud untuk mengobati rasa kecewa negara-negara berkembang.
Kelompok ini tidak bisa berhasil mengegolkan calonnya karena sistem pemilihan di Bank Dunia dan IMF yang sepertinya sudah terkunci. Mayoritas kuota suara terletak di tangan sekumpulan negara yang terletak di Uni Eropa dan Amerika Utara.
Hal ini membuat calon lain dari luar AS seperti menghadapi tembok. Penantang Kim lain ada dua orang, yakni Ngozi Okonjo-Iweala, seorang ekonom dari Nigeria. Satu lagi pesaingnya adalah Jose Antonio Ocampo dari Kolombia. Namun, dua nominasi ini dari negara berkembang ini tidak mendapatkan gaung.
Dewan direksi Bank Dunia akan mengkaji tiga calon pimpinan Bank Dunia ini pada 9-11 April mendatang. Sepuluh hari kemudian akan diputuskan siapa pengganti Zoellick. Namun, dari gelagat yang terlihat, tidak ada harapan untuk mengubah mitos pimpinan Bank Dunia, yang tampaknya akan tetap dipegang tokoh AS.