MU Cengkeram Kontrol Juara

Kompas.com - 02/04/2012, 02:32 WIB

BLACKBURN, MINGGU - Pendulum gelar Liga Inggris mulai berayun ke Manchester United setelah Manchester City ditahan Sunderland 3-3, Sabtu lalu. MU ingin mencengkeram kontrol atas gelar juara itu saat dijamu Blackburn Rovers di Stadion Ewood Park, Senin (2/4) atau Selasa dini hari WIB.

Dengan hasil imbang City tersebut, MU telah memimpin dua poin di atas rival sekota mereka. Selisih poin itu melebar menjadi lima poin jika MU mampu memukul Blackburn. Dalam situasi tersebut, andai klub asuhan Pelatih Sir Alex Ferguson kalah dalam derbi Manchester, 30 April mendatang, tetapi menang dalam enam laga lain, merekalah yang bakal juara musim ini.

Apakah MU bakal menang mudah di kandang Blackburn yang saat ini berjuang mati-matian agar selamat dari degradasi? Blackburn membuat kejutan dengan menyikat MU, 3-2, di Old Trafford, 31 Desember lalu. Akan tetapi, situasi di ruang ganti MU saat ini berbeda dari waktu itu.

Saat itu, MU tidak diperkuat striker Wayne Rooney yang dikabarkan sengaja didrop karena melanggar aturan klub mengenai liburan. Waktu itu, mereka juga dilanda masalah cedera pemain.

Berbeda dengan sekarang, saat kondisi tim MU segar bugar. Kecuali Nani, Michael Owen, Anderson, Nemanja Vidic, dan Darren Fletcher yang cedera, semua pemain MU dapat tampil, termasuk Rio Ferdinand yang pulih dari cedera punggung.

Di atas kertas MU diunggulkan, tetapi gelandang Blackburn, Morten Gamst Pedersen, tidak gentar. ”Jika Anda gentar, itu seperti kalah sebelum berlaga. Jika Anda underdog, Anda hanya butuh rileks. Kami tahu, laga ini tentu bakal sulit. Namun hal yang lucu dalam sepak bola, Anda tak pernah tahu (hasil akhir).”

Cisse bersinar

Pada laga Minggu (1/4), Newcastle United membuat Liverpool tidak berkutik sama sekali lewat kemenangan meyakinkan, 2-0 (1-0), di Stadion Sports Direct Arena, Newcastle. Kedua gol diborong striker Papiss Demba Cisse—nilai transfernya tidak seberapa jika dibandingkan dengan transfer dua bomber starter Liverpool, Andy Carroll dan Luis Suarez—menit ke-19 dan ke-59.

Cisse ditansfer Newcastle dari klub Freiburg (Jerman), Januari lalu, dengan nilai 9 juta poundsterling. Angka itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan transfer dua striker Liverpool, Carroll dari Newcastle (35 juta poundsterling) dan Suarez dari Ajax (22,7 juta poundsterling).

Harga transfer mahal tidak selalu menjamin penampilan bagus di lapangan. Pada menit-menit awal, Carroll melakukan diving menggelikan. Meski bola dalam penguasaan kakinya, ia menjatuhkan diri saat akan dihadang kiper Tim Krull di kotak penalti dan diganjar kartu kuning.

Carroll membuat setidaknya dua peluang saat dua kali sundulannya menerpa tiang gawang dan melambung tipis di atas mistar gawang Newcastle. Meski demikian, dua sundulannya tak setajam Cisse yang memenangi duel udara dengan Martin Skrtel dan mencetak gol pertama setelah menerima umpan silang Hatem Ben Arfa, menit ke-19.

Gol kedua Cisse berbau offside jika melihat posisi striker Senegal itu saat menerima umpan silang mendatar Ben Arfa. Laga itu seolah menjadi nasib suram bagi Liverpool, yang kehilangan peluang tendangan penalti akibat handball bek Newcastle, Danny Simpson, di babak pertama.

Dampak diusirnya Reina

Petaka Liverpool bertambah dengan diusirnya kiper Pepe Reina, tujuh menit menjelang laga bubar. Kiper Spanyol itu dinilai wasit Atkinson telah menanduk wajah James Perch setelah bek Newcastle itu menyenggol Reina hingga jatuh. Akibat provokasinya, Perch diberi kartu kuning.

Posisi Reina digantikan bek kiri Jose Enrique karena kuota pergantian tiga pemain Liverpool telah habis. Setelah Reina keluar, tidak ada tambahan gol.

Namun, dampak yang dipikul Liverpool lebih berat. Menurut BBC, karena Reina diganjar kartu merah langsung, ia bakal absen dalam tiga laga Liverpool berikutnya, termasuk pada semifinal Piala FA melawan Everton di Wembley, 14 April.

”Anak-anak terlihat frustrasi dan mungkin itu sebabnya kenapa Pepe Reina diusir,” kata Kenny Dalglish seusai laga. ”Ada rasa frustrasi. Saat Andy Carroll keluar dan langsung menuju lorong ruang ganti, itu murni karena kecewa dan frustrasi.”

Secara keseluruhan, Newcastle tampil lebih dominan dengan determinasi tinggi dan permainan kolektif lebih menonjol. Dengan hasil itu, Newcastle di peringkat keenam dengan nilai 53—sama dengan peringkat kelima, Chelsea—yang memberi peluang terbuka bagi tim asuhan Alan Pardew itu tampil di kompetisi Eropa. (AFP/REUTERS/BBC/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau