Dengan hasil imbang City tersebut, MU telah memimpin dua poin di atas rival sekota mereka. Selisih poin itu melebar menjadi lima poin jika MU mampu memukul Blackburn. Dalam situasi tersebut, andai klub asuhan Pelatih Sir Alex Ferguson kalah dalam derbi Manchester, 30 April mendatang, tetapi menang dalam enam laga lain, merekalah yang bakal juara musim ini.
Apakah MU bakal menang mudah di kandang Blackburn yang saat ini berjuang mati-matian agar selamat dari degradasi? Blackburn membuat kejutan dengan menyikat MU, 3-2, di Old Trafford, 31 Desember lalu. Akan tetapi, situasi di ruang ganti MU saat ini berbeda dari waktu itu.
Saat itu, MU tidak diperkuat striker Wayne Rooney yang dikabarkan sengaja didrop karena melanggar aturan klub mengenai liburan. Waktu itu, mereka juga dilanda masalah cedera pemain.
Berbeda dengan sekarang, saat kondisi tim MU segar bugar. Kecuali Nani, Michael Owen, Anderson, Nemanja Vidic, dan Darren Fletcher yang cedera, semua pemain MU dapat tampil, termasuk Rio Ferdinand yang pulih dari cedera punggung.
Di atas kertas MU diunggulkan, tetapi gelandang Blackburn, Morten Gamst Pedersen, tidak gentar. ”Jika Anda gentar, itu seperti kalah sebelum berlaga. Jika Anda underdog, Anda hanya butuh rileks. Kami tahu, laga ini tentu bakal sulit. Namun hal yang lucu dalam sepak bola, Anda tak pernah tahu (hasil akhir).”
Pada laga Minggu (1/4), Newcastle United membuat Liverpool tidak berkutik sama sekali lewat kemenangan meyakinkan, 2-0 (1-0), di Stadion Sports Direct Arena, Newcastle. Kedua gol diborong striker Papiss Demba Cisse—nilai transfernya tidak seberapa jika dibandingkan dengan transfer dua bomber starter Liverpool, Andy Carroll dan Luis Suarez—menit ke-19 dan ke-59.
Cisse ditansfer Newcastle dari klub Freiburg (Jerman), Januari lalu, dengan nilai 9 juta poundsterling. Angka itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan transfer dua striker Liverpool, Carroll dari Newcastle (35 juta poundsterling) dan Suarez dari Ajax (22,7 juta poundsterling).
Harga transfer mahal tidak selalu menjamin penampilan bagus di lapangan. Pada menit-menit awal, Carroll melakukan diving menggelikan. Meski bola dalam penguasaan kakinya, ia menjatuhkan diri saat akan dihadang kiper Tim Krull di kotak penalti dan diganjar kartu kuning.
Carroll membuat setidaknya dua peluang saat dua kali sundulannya menerpa tiang gawang dan melambung tipis di atas mistar gawang Newcastle. Meski demikian, dua sundulannya tak setajam Cisse yang memenangi duel udara dengan Martin Skrtel dan mencetak gol pertama setelah menerima umpan silang Hatem Ben Arfa, menit ke-19.
Gol kedua Cisse berbau offside jika melihat posisi striker Senegal itu saat menerima umpan silang mendatar Ben Arfa. Laga itu seolah menjadi nasib suram bagi Liverpool, yang kehilangan peluang tendangan penalti akibat handball bek Newcastle, Danny Simpson, di babak pertama.
Petaka Liverpool bertambah dengan diusirnya kiper Pepe Reina, tujuh menit menjelang laga bubar. Kiper Spanyol itu dinilai wasit Atkinson telah menanduk wajah James Perch setelah bek Newcastle itu menyenggol Reina hingga jatuh. Akibat provokasinya, Perch diberi kartu kuning.
Posisi Reina digantikan bek kiri Jose Enrique karena kuota pergantian tiga pemain Liverpool telah habis. Setelah Reina keluar, tidak ada tambahan gol.
Namun, dampak yang dipikul Liverpool lebih berat. Menurut BBC, karena Reina diganjar kartu merah langsung, ia bakal absen dalam tiga laga Liverpool berikutnya, termasuk pada semifinal Piala FA melawan Everton di Wembley, 14 April.
”Anak-anak terlihat frustrasi dan mungkin itu sebabnya kenapa Pepe Reina diusir,” kata Kenny Dalglish seusai laga. ”Ada rasa frustrasi. Saat Andy Carroll keluar dan langsung menuju lorong ruang ganti, itu murni karena kecewa dan frustrasi.”
Secara keseluruhan, Newcastle tampil lebih dominan dengan determinasi tinggi dan permainan kolektif lebih menonjol. Dengan hasil itu, Newcastle di peringkat keenam dengan nilai 53—sama dengan peringkat kelima, Chelsea—yang memberi peluang terbuka bagi tim asuhan Alan Pardew itu tampil di kompetisi Eropa.