Orin Basuki dan Wisnu Dewabrata
Bagi Indonesia, memainkan peran diplomasi di ASEAN bisa melalui banyak cara. Salah satunya melalui pendekatan kebudayaan, dalam hal ini melalui dunia pendidikan. Alat diplomasi ini layak dikategorikan sukses dan perlu dikembangkan karena Indonesian International School Yangon (IISY) sangat diminati warga Myanmar.
Untuk tahun ajaran 2012, dari 441 siswa yang terdaftar di IISY, 413 siswa di antaranya berkewarganegaraan non-Indonesia. Sebanyak 400 siswa asal Myanmar dan 13 siswa lainnya dari Malaysia, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura.
IISY terletak di Lower
Suasana sekolah terasa nyaman karena banyak pohon rindang. Taman yang ditata apik juga menjadi daya tarik IISY. Orangtua tidak perlu khawatir terhadap masalah keamanan karena sekolah ini berada dalam satu pengamanan yang sama dengan kompleks KBRI.
Kepala Sekolah IISY sekaligus guru bahasa Indonesia, Yus- tinus Darmo, Jumat (30/3),
Kedua, kualitas pendidikan dijaga tetap tinggi. IISY bersandar pada standar sertifikat umum internasional, yakni International General Certificate of Secondary School, bekerja sama dengan British Council. Dengan mengikuti standar tersebut, lulusan SMA IISY sangat leluasa meneruskan pendidikan tinggi ke berbagai perguruan tinggi internasional di luar Myanmar.
Meski demikian, IISY juga memasukkan kurikulum pendidikan dari Tanah Air, yakni kurikulum tingkat satuan pendidikan. Inilah jalan masuk bagi nilai-nilai dan budaya Indonesia diperkenalkan kepada para siswa IISY. Sekolah ini memiliki 42 guru, 32 orang di antaranya guru asal Myanmar, 8 guru asal Indonesia, dan 2 guru tamu.
”Bahasa Indonesia menjadi mata pelajaran wajib. Kelas bahasa Indonesia untuk anak Indonesia tentunya dibedakan dari siswa asing. Begitu juga kegiatan ekstrakurikuler, kesenian, dan budaya Indonesia menjadi fokus, misalnya tari jaipongan dan angklung. Keterampilan ini kami tampilkan dalam setiap kompetisi antarsekolah bertaraf internasional di Myanmar,” tutur Darmo.
IISY membuka kelas taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas (SMA). Dari 12 tingkatan pendidikan dasar hingga menengah, siswa asing hanya diperkenankan mengikuti pendidikan di IISY hingga kelas X. Hanya siswa Indonesia yang bisa meneruskan hingga kelas XII dan mengikuti ujian nasional.
Kebijakan itu diambil karena Pemerintah Myanmar sampai saat ini menetapkan lulusan SMA IISY belum dapat diterima langsung di perguruan tinggi di Myanmar. Mereka harus melalui ujian penyetaraan lebih dulu.
”Ini masalah yang jalan keluarnya sedang kami pikirkan. Kami menginginkan agar siswa lulusan SMA IISY dapat diterima di universitas di Myanmar. Itu bisa membuka peluang lebih besar bagi siswa warga negara Myanmar yang ingin kuliah di negeri sendiri. Kami akan terus mendialogkan hal ini dengan Pemerintah Myanmar,” ujar Sekretaris Ketiga KBRI Djumara Supriyadi.
Dengan keterbatasan itu pun IISY tetap diminati siswa asing. Itu ditandai dengan antrean calon siswa yang mendaftar pada 2012, yang mencapai 150 orang, dan dipastikan tidak akan tertampung semua. Daya tampung IISY masih 50-60 siswa per tahun karena setiap kelas hanya dibatasi untuk 20-25 siswa.
Melihat besarnya minat pada IISY, pihak sekolah tengah merancang pengembangan jumlah kelas agar dapat menampung tambahan 50-60 siswa.
Penambahan ruang kelas ini murni menggunakan dana sumbangan orangtua siswa plus iuran bulanan sehingga tidak memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Meski demikian, penambahan jumlah kelas itu otomatis akan menaikkan nilai barang milik negara. Dengan kata lain, selain menjadi alat diplomasi, IISY juga memperkaya aset Indonesia.
Pada 2011, IISY tuntas membangun fasilitas olahraga di dalam ruangan senilai 150.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,375 miliar. Semuanya dari sumbangan orangtua siswa dan iuran bulanan. Biaya pembangunan itu cukup mahal mengingat material bangunan di Myanmar rata-rata harus diimpor dari Thailand. Harga material bangunan yang tinggi dan keterbatasan anggaran membuat rencana pembangunan ruang kelas terus berjalan lambat.
”Bagaimanapun, saya akan memperkuat sekolah IISY. Ini sangat tepat untuk dikembangkan sebagai