Inspirasi Gaun Pengantin Extravaganza Davina Shanti

Kompas.com - 02/04/2012, 18:23 WIB

KOMPAS.com - Menjadi ratu sehari semalam adalah impian perempuan dalam pesta pernikahannya. Untuk mewujudkan hal itu, busana pengantin menjadi faktor pendukung sang mempelai wanita untuk tampil anggun dan bersahaja.

Hal inilah yang diterapkan oleh Davina Shanti dalam rancangan busana pengantinnya. "Kalau untuk acara pernikahan, saya selalu berusaha merancang busana yang membuat mempelai wanita tampak anggun, bersahaja, memesona, dan cantik sekali," jelas Davina saat ditemui Kompas Female usai fashion show-nya di Bidakara Wedding Expo, Jakarta, Jumat (24/3/2012) lalu.

Namun, fashion show dan pesta pernikahan adalah dua hal yang berbeda. Oleh karena itu, dari 40 busana pengantin yang dipamerkannya saat pameran, 6 hingga 8 di antaranya termasuk busana extravaganza yang tak bisa ditiru orang.

Davina membagi fashion show-nya dalam tiga sekuel, yakni:

Keanggunan Putri
Busana-busana dalam sekuel ini menampilkan kesahajaan, karisma, dan karakter dari mempelai wanita. Koleksi ini ditujukan untuk akad atau pemberkatan penikahan. Salah satu busana yang ditampilkan adalah busana kebaya off white dengan bawahan hand printing yang mengembang. Busana ini dikenakan artis Shireen Sungkar, didampingi pasangannya, Tengku Wisnu.

Klasik Modern
Busana-busana dalam sekuel ini menampilkan imajinasi yang jernih, penuh cinta, dan kebaya yang memiliki roh. Davina banyak bermain warna dalam koleksinya di sekuel ini. Shireen Sungkar dan Tengku Wisnu kembali tampil, kali ini mengenakan busana adat Padang (sunting Padang untuk Shireen) berwarna merah.

Glamour Wedding
Dalam sekuel inilah Davina mengeluarkan busana-busana extravaganza-nya. Davina menambahkan bahan tafeta, organza, dan tulle, untuk menambah unsur megah. Warna yang dipilih juga lebih colorful, disesuaikan dengan tema Wedding Expo, yakni Colorful Wedding.

Pada dasarnya Davina memang senang merancang busana-busana pengantin yang penuh warna. Menurutnya, hal itu menjadi ciri khas dari koleksi-koleksinya. Namun, khusus untuk pameran pernikahan kali ini, ia mengeluarkan busana extravaganza dengan gradasi warna 3 hingga 4 warna dalam satu busana.

"Saya ingin membuat karya yang tidak bisa dicontek orang. Khusus untuk show, saya senang membuat karya yang tidak bisa dilupakan, dan tampak sulit. Jadi pelanggan akan bisa melihat, kalau yang sulit saja bisa saya buat, apalagi busana-busana yang mudah," tuturnya.

Tahun ini, Davina memprediksi tren busana pengantin tahun 2012 akan lebih colorful. Bagian atas busana akan lebih sederhana dan klasik dalam segi desain, tetapi lebih berani dalam hal warna. Sedangkan bagian bawah busana akan lebih banyak yang menggunakan ekor menjuntai dengan bahan-bahan dari kain tradisional yang disesuaikan dengan adat mempelai.

"Untuk kerahnya, masih tetap menggunakan kerah-kerah sederhana seperti kerah Sabrina, kerah tegak berdiri, atau kerah shanghai untuk yang berjilbab," tutup Davina.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau