Gara-gara Uang Kontrakan, RS Jambret BB

Kompas.com - 02/04/2012, 20:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - RS (42), warga Cikarang, Bekasi, sedang mengalami kesulitan untuk membayar kontrakannya. Ia pun memutuskan untuk melakukan aksi jambret telepon genggam di angkutan umum di sekitar Tugu Pancoran, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2012).

Sialnya, aksi tersebut disadari pemilik ponsel, Yuniar, siswa SMU 43 Setiabudi. Yuni langsung meneriaki RS sebagai penjambret. "Seperti biasa saya berangkat sekolah dari rumah Jl Bhakti Kebayoran Baru, (Jaksel), naik angkutan umum bus. Waktu mau turun di Pancoran tiba-tiba anak orang tak dikenal mengambil HP yang ada di saku baju sebelah kiri. Spontan saya teriak jambret, jambret " jelas Yuniar kepada petugas.

Takut menjadi sasaran amuk penumpang lain, RS langsung melompat dari bus dan menghentikan taksi yang kebetulan lewat. Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama. Teriakan Yuni terdengar oleh anggota kepolisian yang sedang mengatur lalu lintas di Pancoran. Aparat pun melakukan pengejaran atas taksi dan berhasil membekuk RS.

Petugas kemudian menggelandang karyawan swasta itu ke pos lantas Pancoran. Beberapa saat kemudian RS dijemput Kanit Reskrim Polsek Metro Tebet AKP Samuel untuk digelandang RS ke Polsek Tebet guna penyidikan lebih lanjut. Ikut dibawa serta, 1 unit Blackeberry Torch warna hitam senilai Rp 4 juta-an.

Kepada petugas RS mengakui perbuatannya. Ia beralasan aksi kriminal itu terpaksa dilakoninya untuk membayar uang kontrakan rumah serta biaya sekolah anaknya. Atas perbuatannya, RS dijerat dengan pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau