Ktt asean

ASEAN: Cabut Sanksi terhadap Myanmar!

Kompas.com - 03/04/2012, 09:57 WIB

PHNOM PENH, KOMPAS.com — Para menteri luar negeri ASEAN memandang sanksi terhadap Myanmar harus dicabut. Negara itu telah menggelar pemilihan umum demokratis yang dimenangi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin tokoh prodemokrasi Aung San Suu Kyi.  

"Kemarin dalam pertemuan negara-negara ASEAN kembali dibahas pentingnya pencabutan sanksi terhadap Myanmar. Indonesia menyatakan, kalau hanya menyerukan, itu sudah lama disampaikan sejak bertahun-tahun lalu," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Selasa (3/4/2012) pagi, dalam jumpa pers, di Phnom Penh, Kamboja, seperti dilaporkan wartawan Kompas A Tommy Trinugroho.

Jumpa pers diadakan beberapa jam sebelum KTT ke-20 ASEAN dibuka di Phnom Penh.

Sehari sebelum pembukaan KTT atau Senin (2/4/2012), digelar serangkaian pertemuan antarmenteri. Para menteri luar negeri ASEAN membahas isu politik, demokrasi, dan keamanan, sedangkan menteri perekonomian membahas masalah perdagangan.

Menurut Marty, langkah yang harus dilakukan saat ini adalah bagaimana negara-negara ASEAN bergerak dari suatu seruan ke arah langkah konkret dan nyata.

"Indonesia pun menyarankan supaya negara-negara ASEAN kompak menyampaikan kepada dunia internasional, terutama Eropa dan Amerika Serikat, untuk segera mencabut sanksi terhadap Myanmar," jelasnya. 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau